DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI, Id. Infrastruktur konektivitas di Wilayah Mapia,Kabupaten Dogiyai, mengalami lompatan signifikan dengan beroperasinya Jembatan Kali Pogi. Dengan panjang lebih dari 64 meter, jembatan ini resmi dinobatkan sebagai jembatan terpanjang dan termegah yang pernah dibangun di Kabupaten Dogiyai, khususnya pada masa kepemimpinan Bupati Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., dan Wakil Bupati Yuliten Anouw.
Pembangunan jembatan ini merupakan jawaban atas keluhan kronis masyarakat setempat. Sebelumnya, akses penyeberangan Kali Pogi sangat berbahaya dan tidak stabil. Warga sering kali menghadapi risiko tinggi saat melintas, di mana beberapa kali terjadi insiden kendaraan—baik mobil maupun sepeda motor—terhanyut atau terperosok akibat arus sungai yang deras dan struktur jembatan sementara yang rapuh. Kondisi ini tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga menghambat mobilitas ekonomi dan sosial warga.
Kehadiran Jembatan Kali Pogi yang kokoh dan permanen telah mengubah wajah kehidupan sehari-hari masyarakat Mapia. Kini, warga dapat menyeberang dengan aman dan nyaman tanpa rasa waswas, baik siang maupun malam hari.
Dampak paling terasa adalah dalam sektor kesehatan. Sebelumnya, akses menuju Puskesmas Abouyaga sering terkendala oleh kondisi jembatan lama, terutama saat musim hujan. Dengan adanya jembatan baru, pasien rujukan, ibu hamil, dan warga yang membutuhkan pelayanan medis darurat kini dapat menjangkau fasilitas kesehatan tersebut dengan cepat dan aman.
“Syukur kepada Tuhan. Sekarang kami bisa tidur nyenyak. Anak-anak sekolah, orang tua yang mau ke puskesmas, atau petani yang mau bawa hasil kebun ke pasar, semuanya lancar. Tidak ada lagi cerita motor atau mobil hanyut,” ujar salah satu tokoh masyarakat Mapia yang hadir dalam peninjauan lokasi.
Masyarakat Wilayah Mapia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Yudas Tebai,S.Pd.,M.Si dan Wakil Bupati Yuliten Anouw,SE serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Dogiyai atas kerja nyata mereka di tahun 2026 ini. Pembangunan Jembatan Kali Pogi dinilai sebagai bukti konkret komitmen pemerintah daerah untuk memeratakan pembangunan hingga ke pelosok distrik.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati, serta rekan-rekan PUPR Dogiyai. Ini bukan sekadar beton dan besi, tapi ini adalah nyawa bagi kami masyarakat Mapia. Jembatan ini membuka isolasi dan membawa harapan baru,” tambah perwakilan warga yang menyeberang ke Puskesmas Abouyaga.
Dengan selesainya Jembatan Kali Pogi, Pemkab Dogiyai terus berkomitmen untuk menyelesaikan sisa-sisa pekerjaan infrastruktur pendukung lainnya, guna mewujudkan visi “Dogiyai Cerdas, Kuat, dan Maju bersama ” melalui konektivitas yang handal dan merata.












