DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id. Pemerintah Kabupaten Dogiyai kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap ketahanan pangan masyarakat melalui penyaluran bantuan beras bersubsidi. Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., secara resmi menyalurkan sebanyak 743 Ton beras yang berasal dari alokasi Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada masyarakat 10 Distrik. Acara pelepasan dan simbolisasi penyerahan bantuan ini berlangsung di Halaman Kantor Bupati Dogiyai pada Rabu (19/8/2026), dengan didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dogiyai, Dumupa, S.Pt.
Dalam sambutannya, Bupati Yudas Tebai menjelaskan bahwa bantuan beras ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat melalui Bapanas untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat Dogiyai, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Beras sebanyak 743 Ton ini adalah amanah dari Badan Pangan Nasional untuk masyarakat Kabupaten Dogiyai. Kami meminta maaf jika mungkin ada keterlambatan atau kendala distribusi sebelumnya, namun kini barang sudah siap untuk disalurkan dengan baik dan transparan,” ujar Bupati saat ditemui awak media.
Bupati juga menjelaskan alur distribusi bantuan agar tepat sasaran. Beras tersebut awalnya didistribusikan oleh Perum Bulog hingga tiba di gudang penyimpanan di Dogiyai. Selanjutnya, proses penyaluran akhir akan diserahkan kepada pemerintah tingkat distrik.
“Tim Bulog telah mengantarkan beras ini sampai ke Dogiyai. Selanjutnya, mekanisme penyaluran kembali ke tangan masyarakat akan dikoordinir oleh masing-masing Distrik. Kami percaya para kepala distrik dan perangkat kampung mengetahui siapa saja warga yang paling membutuhkan, sehingga bantuan ini benar-benar menyentuh mereka yang berhak,” jelasnya.
Total sebanyak 743 Ton beras tersebut akan dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah penduduk dan tingkat kebutuhan di setiap distrik di Kabupaten Dogiyai.
Di tengah gempuran bantuan beras nasional, Bupati Yudas Tebai juga menyelipkan pesan penting agar masyarakat Dogiyai tidak melupakan potensi pangan lokal yang kaya akan gizi dan bernilai ekonomi tinggi. Ia mengingatkan bahwa Dogiyai memiliki komoditas unggulan seperti ubi jalar, keladi, pisang, dan sagu yang harus tetap dilestarikan.
“Saya ingin mengingatkan kepada seluruh masyarakat Dogiyai: Jangan lupa dengan pangan lokal lagi! Beras ini adalah bantuan untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, tetapi identitas dan kesehatan kita juga terjaga dari makanan tradisional kita. Mari kita seimbangkan konsumsi beras dengan pangan lokal agar kedaulatan pangan daerah tetap kuat dan petani lokal kita terus semangat bertani,” tegas Bupati.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dumupa, S.Pt., menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap distribusi beras ini untuk memastikan tidak ada penyelewengan dan bantuan sampai tepat waktu kepada penerima manfaat.
Dengan adanya bantuan ini, Pemkab Dogiyai berharap stabilitas harga dan ketersediaan pangan di daerah dapat terjaga, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk tetap bangga dan mengonsumsi produk pertanian lokal.












