DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id. Menghadapi prediksi kondisi iklim El-Nino kuat yang berpotensi menyebabkan kemarau panjang, Pemerintah Kabupaten Dogiyai,Melalui Kepala Dinas Ketahagan Pangan Kabupaten Dogiyai,Silvester Dumupa,S.Pt., mengeluarkan seruan mendesak kepada seluruh lapisan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Dogiyai. Himbauan ini bertujuan untuk memitigasi dampak krisis pangan dan kelangkaan air bersih yang mungkin terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Melalui rilis resmi yang disebarluaskan pada hari ini,Kepala Dinas Ketahagan Pangan Dogiyai,Silvester Dumupa, menginstruksikan lima langkah strategis yang harus segera dilakukan oleh warga maupun aparatur pemerintah untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tengah ancaman gagal panen.
Poin utama dalam himbauan tersebut adalah perubahan pola konsumsi masyarakat. Warga diminta untuk berhemat dalam mengonsumsi beras dan lebih mengutamakan konsumsi pangan lokal yang memiliki masa simpan pendek, seperti ubi dan keladi.
“Beras harus dipandang sebagai cadangan pangan strategis keluarga. Masyarakat dihimbau untuk tidak menghabiskannya secara boros saat ini, melainkan menyimpannya untuk masa-masa kritis nanti. Sebaliknya, perbanyak konsumsi umbi-umbian yang tersedia melimpah saat ini,” tegas Dumupa.
Selain itu, masyarakat juga diarahkan untuk segera memanfaatkan lahan rawa atau area yang masih lembab untuk bercocok tanam. Waktu adalah kunci; menanam sekarang selagi tanah masih menyimpan kadar air akan memastikan adanya hasil panen di musim kering nanti.
Mengingat potensi kekeringan sumber air, masyarakat diimbau untuk segera melakukan persiapan infrastruktur air mandiri. Hal ini meliputi pembelian alat-alat pendukung seperti selang, bak penampung air (profil/toren), serta pompa air, beserta ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional penyedotan dan penyiraman tanaman.
“Jangan menunggu sumur kering baru membeli pompa. Persiapkan sekarang agar tanaman pangan dan kebutuhan air minum rumah tangga tetap terjaga,” tambah Silveste.
Himbauan terakhir menyoroti aspek perilaku sosial. Masyarakat diminta untuk membatasi mobilitas yang tidak perlu. Perjalanan jauh tanpa tujuan jelas hanya akan membuang energi dan sumber daya. Sebagai gantinya, warga didorong untuk fokus pada aktivitas produktif di rumah, seperti berkebun intensif dan beternak, guna meningkatkan kemandirian pangan tingkat rumah tangga.
“Kita harus mengubah mindset dari konsumtif menjadi produktif. Masa kemarau adalah masa untuk bekerja keras di kebun dan merawat ternak, bukan bersantai atau bepergian tanpa urgensi,” tutup himbauan Dumupa yang adalah Mantan Guru Kini sebagai Kepala Dinas Ketahagan Pangan Kabupaten dogiyai.
Dengan kesiapsiagaan kolektif ini, diharapkan Kabupaten Dogiyai dapat melewati tantangan El-Nino tahun ini dengan minim gangguan terhadap kesejahteraan rakyat.






