DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id. Pemerintah Kabupaten Dogiyai kembali menunjukkan komitmennya yang kuat dalam melindungi warga dari ancaman bencana alam hidrometeorologi. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab Dogiyai secara resmi memulai pembangunan bronjong (struktur penahan tebing sungai) di aliran Kali Degei dengan panjang total 127 meter.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi geografis wilayah yang rawan erosi, sekaligus merupakan realisasi langsung dari program prioritas Bupati Yudas Tebai, S.Pd., M.Si. dan Wakil Bupati Yuliten Anouw, S.E. untuk mengutamakan infrastruktur yang berdampak langsung pada keselamatan jiwa dan aset masyarakat.
Pembangunan bronjong di Kali Degei menjadi prioritas utama mengingat lokasi tersebut merupakan titik kritis yang sering mengalami abrasi parah, terutama saat curah hujan tinggi. Selama ini, gerusan air sungai telah mengancam fondasi rumah warga dan lahan pertanian di bantaran sungai.
Dengan konstruksi sepanjang 127 meter, struktur bronjong dirancang kokoh untuk menahan arus deras, mencegah longsor tebing, dan menstabilkan aliran sungai. Hal ini diharapkan dapat memutus mata rantai bencana banjir bandang yang kerap meresahkan masyarakat setempat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dogiyai, Ancelino Gobai, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pekerjaan fisik biasa, melainkan bentuk tanggung jawab moral pemerintah terhadap rakyatnya.
“Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi investasi keamanan bagi rakyat. Bapak Bupati dan Wakil Bupati ingin memastikan bahwa setiap anggaran yang keluar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam bentuk perlindungan nyata. Kami tidak ingin ada lagi warga yang kehilangan rumah atau lahannya karena terkikis air,” ujar Ancelino Gobai saat memberikan keterangan melalui pesan WhatsApp, Senin (9/9/2026).
Menariknya, pelaksanaan proyek ini mengadopsi model pemberdayaan masyarakat yang telah sukses diterapkan sebelumnya di Kampung Yametadi, Kampung Pugatadi, dan beberapa distrik lain di Kabupaten Dogiyai. Pengerjaan bronjong Kali Degei melibatkan tenaga kerja lokal dari masyarakat sekitar, bukan kontraktor dari luar daerah.
Hal ini sejalan dengan visi kepemimpinan Yudas Tebai-Yuliten Anouw untuk memberdayakan putra daerah dan memastikan perputaran ekonomi tetap terjadi di tingkat akar rumput. Upah yang diterima para pekerja akan langsung beredar di lingkungan kampung, meningkatkan daya beli masyarakat lokal.
“Para pemuda lokal dilibatkan secara aktif dalam proses pengisian batu, pemasangan kawat bronjong, hingga pematangan struktur. Mereka bekerja di bawah bimbingan teknis ketat dari tim ahli Dinas PUPR untuk menjamin kualitas standar nasional. Ini juga menjadi ajang transfer ilmu konstruksi sederhana bagi pemuda kita,” tambah Ancelino Gobai.
Warga yang tinggal di bantaran Kali Degei menyambut gembira adanya pembangunan ini. Bagi mereka, kehadiran bronjong adalah harapan baru untuk hidup yang lebih tenang.
“Selama ini kami tidur pun tidak nyenyak kalau hujan deras, takut tanah longsor masuk ke rumah. Sekarang ada harapan baru. Terima kasih kepada Bapak Bupati Yudas Tebai dan Wakil Bupati Yuliten Anouw yang peduli pada nasib kami kecil-kecil ini,” ungkap Bapak Paulus Pekei yang adalah salah satu warga yang lahannya berbatasan langsung dengan Kali Degei.
Mereka berharap dengan selesainya bronjong sepanjang 127 meter tersebut, rasa was-was terhadap banjir bandang dan longsor dapat berkurang signifikan, sehingga mereka bisa fokus penuh pada aktivitas pertanian dan pengembangan ekonomi keluarga.
Pemerintah Kabupaten Dogiyai menargetkan proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu sebelum memasuki puncak musim hujan. Kecepatan eksekusi ini menjadi bukti konsistensi “kerja nyata” yang terus digaungkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai.











