TIMIKA – PEMDA DOGIYAI, Id. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai terus berkomitmen meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal melalui program pelatihan vokasi strategis. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Pemkab Dogiyai resmi membuka Pelatihan Operator Alat Berat (Bulldozer) khusus bagi Orang Asli Papua (OAP) asal Dogiyai.
Momentum ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Disnakertrans Kabupaten Dogiyai dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Idaman Karya Mandiri Training Center (IKMTC) Mimika. Acara berlangsung di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu (8/8/2026).
Program ini diikuti oleh 25 pemuda asli Papua dari berbagai distrik di Kabupaten Dogiyai, yang dipilih melalui seleksi ketat untuk mendapatkan kesempatan mengasah keterampilan teknis di bidang alat berat.
Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dogiyai, Derek Edowai, S.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., dan Wakil Bupati Yuliten Anouw, SE. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari visi-misi kepala daerah untuk menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi.
“Sebagai dinas teknis, kami menjalankan amanat tersebut dengan memanfaatkan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2026 secara efektif dan tepat sasaran. Fokus kami bukan hanya pada bantuan sosial, tetapi pada pembangunan kapasitas manusia (human capital) agar mampu bersaing di era industri modern,” ujar Derek Edowai.
Edowai juga mengungkapkan rasa syukur atas kesiapan LPK IKMTC Mimika yang telah menerima peserta dari Dogiyai dengan standar pelatihan bertaraf nasional. Ia menekankan bahwa kerja sama ini adalah langkah konkret dalam pengentasan kemiskinan dan penurunan angka pengangguran terstruktur di wilayah Dogiyai.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak LPK IKMTC yang telah bersedia bekerja sama. Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menciptakan tenaga kerja terampil yang mampu bersaing di sektor industri, khususnya pertambangan dan konstruksi,” jelasnya.
Derek Edowai menargetkan agar para peserta tidak hanya sekadar mendapatkan sertifikat, tetapi benar-benar menguasai kompetensi teknis.
“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan intensif selama 20 hari, ke-25 peserta ini mampu mengoperasikan alat berat bulldozer dengan mahir dan memahami dasar-dasar keselamatan kerja (K3). Mereka diharapkan bisa langsung terjun ke dunia kerja, baik di perusahaan kontraktor lokal, nasional, maupun raksasa tambang seperti PT Freeport Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari LPK IKMTC Mimika, Idam, menyatakan kebanggaannya menjadi mitra strategis Pemkab Dogiyai.
“Kami merasa bangga menjadi mitra dari Pemerintah Kabupaten Dogiyai. Kami akan memberikan materi pelatihan dengan metode yang aplikatif dan sesuai dengan standar industri terkini. Para peserta akan dibekali pengetahuan teknis dan praktik langsung, agar saat selesai pelatihan mereka siap masuk ke dunia kerja. Sertifikat yang mereka peroleh nanti dapat digunakan untuk melamar di perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia, maupun perusahaan lainnya di seluruh Indonesia,” jelas Idam.
Program pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama 20 hari penuh di fasilitas pelatihan milik IKMTC di Kuala Kencana, Mimika. Kurikulum yang disusun mencakup:
1. Pengenalan jenis dan fungsi alat berat.
2. Teknik pengoperasian Bulldozer yang aman dan efisien.
3. Perawatan dasar (basic maintenance) alat berat.
4. Teori dan praktik dasar permesinan serta keselamatan kerja.
Para instruktur yang terlibat merupakan tenaga profesional bersertifikat dengan pengalaman lapangan yang mumpuni, memastikan transfer ilmu berjalan optimal.
Turut hadir mendampingi Plt. Kadisnakertrans dalam kegiatan ini adalah Kepala Bidang Tenaga Kerja serta staf teknis Disnakertrans Dogiyai. Dari pihak LPK IKMTC Mimika, hadir jajaran pimpinan, staf manajemen, dan tim instruktur pelatihan.
Dengan adanya program ini, Pemkab Dogiyai berharap dapat mencetak tenaga kerja terampil asli Dogiyai yang mampu mengisi posisi-posisi strategis di sektor infrastruktur dan pertambangan, sehingga nilai tambah ekonomi dari sumber daya alam daerah dapat lebih dirasakan oleh putra-putri daerah sendiri.












