DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id.Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai menggelar Apel Gabungan Pegawai di Halaman Kantor Bupati Dogiyai pada Senin pagi, 31 Agustus 2026. Apel yang dipimpin langsung oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Dogiyai, Willem Tagi, S.IP., ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali komitmen kedisiplinan dan produktivitas kerja seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta tenaga kontrak di lingkungan pemerintah daerah.
Hadir dalam apel tersebut para Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Badan, Sekretaris, Kepala Bagian, Kepala Sub-Bagian, Kepala Bidang, Kepala Seksi, serta ratusan ASN dan tenaga honorer/kontrak dari berbagai unit kerja. Kehadiran massal ini menunjukkan keseriusan Pemda Dogiyai dalam menjaga roda pemerintahan tetap berjalan optimal.
Dalam amanatnya, Willem Tagi menyampaikan pesan tegas terkait kedisiplinan kehadiran pegawai. Ia menekankan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang sempat tidak stabil beberapa hari terakhir tidak boleh menjadi alasan bagi ASN untuk absen atau lalai dalam bertugas.
“Sebagai abdi negara, kita sedang diuji mental dan integritas. Kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah adalah harga mati. Kita wajib masuk kantor setiap hari kerja, mulai Senin hingga Jumat, terlepas dari dinamika situasi di luar. Jika kita sebagai aparatur pemerintah saja takut atau malas masuk karena alasan keamanan, bagaimana kita bisa melayani masyarakat?” tegas Willem Tagi.
Ia mengingatkan bahwa gaji dan tunjangan yang diterima ASN adalah amanah dari rakyat, sehingga kehadiran fisik dan kinerja maksimal di kantor merupakan bentuk pertanggungjawaban moral terhadap publik.
Menyinggung isu Kamtibmas yang menjadi perhatian utama masyarakat Dogiyai belakangan ini, Willem Tagi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menciptakan kondusivitas wilayah. Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tugas TNI dan Polri, melainkan tanggung jawab kolektif.
“Masalah keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi tanggung jawab semua unsur di Kabupaten Dogiyai. Pemerintah, kepala dusun, kepala desa, kepala distrik, para Kepala OPD, ASN, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, hingga anggota DPRK harus bersatu padu. Dengan gotong royong dan komunikasi yang baik, kita bisa mengamankan situasi Dogiyai agar kembali tenang dan kondusif,” ujarnya.
Sinergi antara aparat keamanan formal dan kekuatan sosial masyarakat adat dinilai kunci utama dalam meredam potensi konflik dan menjaga stabilitas daerah.
Selain soal disiplin kehadiran, Willem Tagi juga memberikan instruksi teknis kepada para pimpinan OPD untuk meningkatkan produktivitas kerja bawahan. Ia mewajibkan setiap Kepala OPD untuk secara rutin mengadakan rapat staf (staff meeting) dengan jajarannya.
“Setiap Kepala OPD wajib mengadakan rapat staf dengan bawahan. Dalam rapat tersebut, lakukan pembagian tugas yang jelas sesuai dengan Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi). Jangan biarkan pegawai bingung dengan tugasnya. Pembagian tugas yang jelas akan membangkitkan semangat kerja, mengurangi tumpang tindih wewenang, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas kerja secara keseluruhan,” imbuhnya.
Langkah ini diharapkan dapat memangkas birokrasi yang lambat dan memastikan setiap program pembangunan di Dogiyai dapat dieksekusi dengan cepat dan tepat sasaran.
Apel gabungan berakhir dengan khidmat, meninggalkan pesan kuat bagi seluruh ASN Dogiyai untuk kembali fokus pada pelayanan publik, menjaga disiplin, dan berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.












