DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai di bawah kepemimpinan Bupati Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., dan Wakil Bupati Yuliten Anouw,SE terus menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan bencana alam dan peningkatan infrastruktur dasar. Salah satu bukti terbaru adalah penyelesaian program Normalisasi Sungai Kali Mati sepanjang 3 kilometer yang melintasi wilayah Kampung Egebutuh dan Kampung Motito, Distrik Dogiyai.
Uniknya, proyek strategis ini tidak dikerjakan oleh kontraktor besar dari luar, melainkan difasilitasi sepenuhnya melalui CV Putra Daerah dengan melibatkan tenaga kerja langsung dari Masyarakat Kampung Egebutuh dan Kampung Motito. Langkah ini merupakan implementasi dari kebijakan “Padat Karya Tunai” yang bertujuan ganda: menyelesaikan masalah lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian warga setempat.
Sebelumnya, aliran Kali Mati sering mengalami pendangkalan dan penyempitan aliran akibat tumpukan material longsoran dan sampah. Kondisi ini memicu luapan air saat musim hujan, yang kerap merendam pemukiman warga dan merusak lahan pertanian di kedua kampung tersebut.
Dengan normalisasi sepanjang 3 kilometer ini, kapasitas tampung sungai kembali optimal. Aliran air menjadi lebih lancar, sehingga risiko banjir bagi ratusan kepala keluarga di bantaran sungai dapat diminimalisir secara signifikan.
Bupati Yudas Tebai menegaskan bahwa pendekatan pembangunan di Dogiyai harus berpihak pada rakyat. Dengan menggunakan skema fasilitasi lewat CV Putra Daerah, uang proyek tidak lari ke luar daerah, tetapi beredar di tengah-tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran pembangunan memberikan dampak langsung kepada rakyat Dogiyai. Dengan melibatkan warga Egebutuh dan Motito sebagai pekerja, mereka mendapatkan upah yang layak untuk menghidupi keluarga, sementara lingkungan tempat tinggal mereka menjadi lebih aman dan bersih. Ini adalah win-win solution,” ujar Bupati Yudas.
Warga Kampung Egebutuh dan Motito menyambut baik program ini. Selain mendapatkan penghasilan tambahan selama masa pengerjaan, mereka juga merasa dihargai karena dilibatkan langsung dalam menjaga keamanan kampungnya sendiri.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati. Dulu kami khawatir setiap hujan deras, tapi sekarang setelah kali dinormalisasi, air mengalir lancar. Kami juga senang bisa bekerja di kampung sendiri tanpa harus merantau jauh,” ungkap Y.P yang adalah salah satu warga yang terlibat dalam proyek
Keberhasilan normalisasi Kali Mati ini menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha lokal (CV Putra Daerah), dan partisipasi masyarakat dapat menciptakan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan sosial.












