DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id. Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai. Pada Tahun Anggaran 2026, Pemkab Dogiyai berhasil menduduki peringkat ketiga terbaik dalam kategori Capaian Kinerja Penyaluran Dana Desa Semester II Tahun 2026 di Kabupaten Dogiyai.
Pencapaian ini dibuktikan dengan diterimanya Piagam Penghargaan Nomor: KEP-47/KPN.3405/2026 dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Nabire. Penghargaan ini merupakan apresiasi tertinggi atas kinerja akuntabel, transparan, dan tepat waktu dalam menyalurkan anggaran pembangunan ke tingkat kampung.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Dogiyai, Emanuel Yohanes Giyai, S.IP., melalui pesan tertulis kepada awak media, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas capaian ini. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut tidak lepas dari dukungan penuh dan kepemimpinan visioner Bupati serta Wakil Bupati Dogiyai.
“Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas pencapaian ini. Pencapaian peringkat ketiga terbaik ini merupakan buah dari dukungan full dari Bapak Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai yang selalu memberikan keleluasaan bekerja secara efektif dan efisien kepada semua pihak yang terlibat,” ujar Emanuel Yohanes Giyai.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini juga merupakan hasil kolaborasi solid antara Dinas DPMK, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta KPPN Nabire. Sinergi tiga pilar ini memastikan proses penyaluran Dana Kampung berjalan lancar, bebas hambatan birokrasi, dan tepat sasaran hingga ke tangan masyarakat.
Meski telah meraih penghargaan bergengsi, Pemkab Dogiyai tidak berpuas diri. Emanuel Yohanes Giyai menegaskan bahwa capaian saat ini hanyalah batu loncatan menuju tata kelola keuangan kampung yang lebih baik di masa depan.
“Kami berharap di tahun-tahun mendatang akan terus ada peningkatan dari pencapaian ini. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem, mempercepat realisasi anggaran, dan memastikan setiap rupiah Dana Desa benar-benar membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warga kampung,” pungkasnya.
Dengan prestasi ini, Pemkab Dogiyai membuktikan bahwa pembangunan dari bawah (bottom-up) melalui pemberdayaan kampung bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata yang terukur dan diakui secara nasional.












