DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id. Dalam wujud kepedulian terhadap sumber daya manusia (SDM) daerah, Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P&P) Kabupaten Dogiyai secara resmi menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah). Dana tersebut diperuntukkan bagi pemulangan jenazah almarhumah Apriana Tigi, mahasiswi aktif Semester II Universitas Widyatama Bandung, dari Jawa Barat kembali ke kampung halamannya Mapia,Dogiyai, Papua Tengah.
Konfirmasi atas penyaluran bantuan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas P&P Kabupaten Dogiyai, David Goo, S.Pd., melalui komunikasi pribadi via WhatsApp kepada awak media.
Kronologi Kepergian yang Mendadak
Almarhumah Apriana Tigi menghembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit serius. Berdasarkan keterangan medis dari pihak rumah sakit di Bandung, almarhumah didiagnosis menderita infeksi paru-paru yang menyebar ke organ lain, disertai komplikasi gagal jantung dalam memompa darah. Kondisi kritis tersebut mengharuskan Apriana segera ditangani di ruang Intensive Care Unit (ICU), namun nyawanya tidak tertolong.
Respons Cepat Melalui Informasi Mahasiswa
Kepala Dinas P&P, David Goo, menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan informasi mengenai kondisi Apriana melalui jaringan mahasiswa Dogiyai di Bandung yang actively melakukan penggalangan dana (open donasi) di berbagai grup komunitas.
“Memang benar kami di Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Dogiyai membantu uang sebesar Rp 50 juta untuk memulangkan mayat almarhumah yang telah berpulang ke pangkuan Tuhan Allah. Kami mengetahui hal ini dari para mahasiswa di sana yang saling berbagi informasi dan membuka donasi,” ujar David Goo.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut sepenuhnya dialokasikan untuk keperluan transportasi pemulangan jenazah serta penyelesaian administrasi keperawatan dan kepulangan lainnya.
Turut Berdukacita & Harapan bagi Generasi Muda.
Keluarga besar Dinas P&P Kabupaten Dogiyai menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Apriana Tigi. David Goo menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Dogiyai sangat membutuhkan generasi muda yang berpendidikan tinggi untuk membangun daerah di masa depan.
“Kami sangat turut berdukacita mendalam atas kepergian anak/adik kami ini. Sebab, kami di dinas pendidikan pada umumnya, dan Pemkab Dogiyai khususnya, sangat membutuhkan SDM atau generasi yang berpendidikan. Namun, apa boleh buat kalau sudah tiba waktunya,” ungkap David Goo dengan nada sedih.
Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Dogiyai tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga memberikan perhatian penuh terhadap kesejahteraan dan keamanan warganya, termasuk mereka yang sedang menuntut ilmu di luar daerah.






