DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id.Respons cepat Pemerintah Kabupaten Dogiyai terhadap potensi ancaman bencana alam kembali dibuktikan melalui tindakan nyata di lapangan. Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd.,M.Si., secara langsung mengeluarkan perintah kerja kepada Timnya Bupati di Tingkat Distrik untuk segera melakukan Normalisasi Kali Udee yang berlokasi di Kampung Ugapuga, Distrik Kamuu Timur. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya preventif guna mencegah banjir bandang dan longsor yang kerap meresahkan warga, terutama saat curah hujan tinggi.
Langkah ini merupakan bukti konkret dari komitmen pasangan bupati dan wakil Bupati dogiyai dalam menerapkan prinsip “kerja nyata” demi melindungi keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat. Tidak menunggu laporan tertulis yang berlarut-larut, Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai langsung menginstruksikan Tim Distrik Kamuu Timur, yang melibatkan unsur pemuda dan perangkat kampung, untuk segera bergerak.
Perintah kerja tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengerahan sumber daya gabungan. Tim Distrik Kamuu Timur, dibantu oleh alat berat milik Pemkab Dogiyai serta tenaga manual dari kelompok pemuda setempat, bekerja keras membersihkan sedimentasi lumpur, bebatuan, dan material longsoran yang menyumbat alur sungai.
Proses normalisasi ini difokuskan pada pelebaran dan pendalaman alur Kali Udee agar kapasitas tampung air meningkat. Dengan demikian, debit air saat hujan lebat dapat mengalir lancar menuju hilir tanpa meluap ke pemukiman warga.
Intervensi cepat pemerintah daerah ini mendapat sambutan hangat dan rasa syukur yang mendalam dari warga Kampung Ugapuga. Mereka merasa dilindungi dan didengar keluhannya oleh pimpinan daerah.
Salah satu tokoh pemuda setempat, Jeck Agapa, yang turut terlibat dalam kegiatan normalisasi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya saat dikonfirmasi awak media.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang telah mengeluarkan perintah kerja kepada kami, Tim Distrik. Tindakan cepat ini menunjukkan bahwa pemimpin kami benar-benar hadir di tengah kesulitan rakyat. Bagi kami, ini adalah bukti nyata bahwa Tuhan menjaga kami melalui tangan-tangan Pemerintah Kabupaten Dogiyai,” ujar Jeck Agapa dengan penuh haru.
Normalisasi Kali Udee ini menjadi bagian integral dari program mitigasi bencana jangka pendek maupun panjang yang difokuskan pada titik-titik rawan di wilayah hulu dan hilir sungai di Kabupaten Dogiyai. Bupati Yudas Tebai sebelumnya juga telah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah distrik, kampung, dan kabupaten dalam menangani infrastruktur dasar.
Penanganan Kali Udee di Ugapuga menjadi contoh konkret bagaimana aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput dapat langsung dieksekusi oleh eksekutif daerah tanpa terjebak dalam birokrasi yang berbelit-belit. Hal ini sejalan dengan visi Pemkab Dogiyai untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang responsif dan akuntabel.
Meski normalisasi telah dilakukan, Pemerintah Kabupaten Dogiyai mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga sekitar bantaran Kali Udee, untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Warga diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai dan menjaga vegetasi di tepian sungai agar hasil normalisasi ini dapat bertahan lama.
“Dengan lancarnya aliran air, risiko meluapnya sungai ke pemukiman warga dapat diminimalisir. Namun, keberlanjutan manfaat ini sangat bergantung pada kesadaran kita semua untuk menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Bupati Yudas Tebai.
Dengan semangat gotong royong dan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat, Kabupaten Dogiyai terus melangkah menuju daerah yang tangguh bencana dan sejahtera bagi seluruh warganya.












