DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id.Dalam rangka menindaklanjuti respons cepat terhadap berbagai aspirasi dan keluhan tenaga kesehatan (nakes), Bupati Kabupaten Dogiyai Yudas Tebai, S.Pd., M.Si. melakukan kunjungan kerja mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dogiyai. Kedatangan orang nomor satu di Dogiyai ini disambut langsung oleh Plt. Direktur RSUD Dogiyai, dr. Maria Clara Giyai, M.Kes., beserta jajaran manajemen rumah sakit dan perwakilan staf medis pada Selasa (18/8/2026).
Kunjungan ini menjadi momen strategis bagi Plt. Direktur untuk menerima arahan langsung dari pimpinan daerah terkait peningkatan kualitas pelayanan publik serta perbaikan kesejahteraan para nakes. Dr. Maria Clara Giyai menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian Bupati yang tidak hanya memerintah dari balik meja, tetapi juga turun langsung melihat kondisi riil di lapangan.
“Mewakili seluruh jajaran RSUD Dogiyai, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan agenda HUT RI untuk mendengarkan aspirasi kami. Kehadiran Bapak adalah energi positif yang memotivasi kami untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar dr. Maria Clara Giyai.
Dalam pertemuan intensif tersebut, Bupati Yudas Tebai bersama Plt. Direktur membedah sejumlah poin krusial yang selama ini menjadi ganjalan dalam operasional RSUD. Beberapa isu utama yang dibahas secara detail meliputi:
1. Optimalisasi Alat Medis: Bupati menekankan percepatan proses perbaikan dan pengadaan alat kesehatan yang rusak atau kurang memadai. Ia memastikan bahwa anggaran daerah akan diprioritaskan untuk menjamin ketersediaan alat diagnostik dan terapi yang berfungsi optimal.
2. Manajemen SDM dan Beban Kerja: Dilakukan evaluasi mendalam terkait penataan jadwal kerja (roster) untuk mencegah kelelahan berlebih (burnout) pada petugas. Bupati meminta adanya rotasi yang adil dan penambahan dukungan staf jika diperlukan.
3. Perbaikan Infrastruktur Vital: Perhatian khusus diberikan pada perbaikan fasilitas penunjang, termasuk renovasi ruang istirahat nakes agar lebih layak, pembenahan area pelayanan pasien, penyelesaian pembangunan Gedung Apotek, serta peningkatan sistem keamanan lingkungan rumah sakit.
4. Kepastian Status Tenaga Honorer: Isu sensitif mengenai nasib dan kesejahteraan tenaga honorer juga menjadi fokus pembahasan.
Bupati berkomitmen untuk mengkaji ulang skema insentif dan jalur pengangkatan yang sesuai dengan regulasi pemerintah pusat demi keadilan bagi para pekerja pendukung layanan kesehatan.
Bupati Yudas Tebai menegaskan bahwa RSUD Dogiyai harus menjadi wajah pelayanan kesehatan yang prima dan bermartabat. Ia tidak ingin ada lagi keluhan yang terpendam atau dibiarkan berlarut-larut.
“Saya minta Plt. Direktur dan Kepala Dinas Kesehatan untuk berkolaborasi erat. Buatlah Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret dan terukur. Kita selesaikan masalah ini secara tuntas, bertahap, namun pasti. RSUD harus menjadi tempat yang nyaman bagi pasien untuk sembuh, dan juga tempat yang membanggakan bagi para pahlawan medis kita untuk berkarya,” tegas Bupati dengan nada serius namun penuh empati.
Menanggapi instruksi tersebut, dr. Maria Clara Giyai berkomitmen untuk segera mengimplementasikan arahan Bupati. Ia menyatakan bahwa manajemen RSUD siap bekerja ekstra keras untuk menutup celah-celah kekurangan yang ada.
“Dengan dukungan penuh dan visi kepemimpinan dari Pemkab Dogiyai, kami yakin RSUD Dogiyai akan semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berstandar nasional. Kami akan segera menyusun laporan progres perbaikan untuk dilaporkan kepada Bapak Bupati,” pungkasnya.
Kunjungan ini ditutup dengan sesi foto bersama antara Bupati, Plt. Direktur, dan perwakilan nakes sebagai simbol kebersamaan, transparansi, dan semangat baru dalam membangun sektor kesehatan di Kabupaten Dogiyai.












