MOANEMANI – PEMDA DOGIYAI,Id. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Dogiyai menggelar kegiatan pelatihan metode pengajaran yang ditujukan khusus bagi para guru Sekolah Minggu. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Gereja Jemaat Eben-Haezar Moanemani ini dilaksanakan pada Kamis (29/10/2026) dan menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan rohani bagi anak-anak di daerah tersebut.
Kegiatan ini dibuka secara resmi dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Sekretaris TP PKK Provinsi Papua Tengah, Sekretaris TP PKK Kabupaten Dogiyai, Ketua Pokja 1 beserta jajaran, serta puluhan peserta yang merupakan guru-guru Sekolah Minggu dari berbagai gereja di bawah naungan Gereja Kemah Injil (KINGMI) di wilayah Kabupaten Dogiyai. Kehadiran para peserta dari berbagai pelosok gereja menunjukkan antusiasme dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan rohani bagi anak-anak.
Dalam sambutannya, Sekretaris TP PKK Kabupaten Dogiyai, Ny. Adolvina Tebai Boma, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Ia menekankan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas pengajaran para guru Sekolah Minggu, agar dapat menyampaikan materi pendidikan rohani dengan cara yang lebih menarik, mudah dipahami, dan menyenangkan bagi anak-anak.
“Guru Sekolah Minggu memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam membentuk karakter dan iman anak-anak kita. Mereka bukan sekadar pengajar, melainkan juga pembimbing spiritual yang akan meninggalkan jejak mendalam dalam kehidupan anak-anak. Melalui pelatihan ini, kami ingin para guru memiliki keterampilan dan metode yang lebih baik dalam mengajar, sehingga anak-anak dapat belajar dengan senang hati dan penuh antusiasme,” ujar Sekretaris Tebai dengan penuh penekanan.
Lebih lanjut, Sekretaris Tebai menyoroti pentingnya investasi pada anak-anak usia dini. Ia menegaskan bahwa masa anak-anak adalah fondasi yang akan menentukan kualitas generasi di masa depan.
“Anak-anak usia 0-14 tahun adalah usia yang belum produktif secara ekonomi, namun mereka adalah usia emas yang sangat krusial. Apa yang kita tanam di usia balita ini, itulah yang akan mereka tuai di usia produktif 15-64 tahun nanti. Maka dari itu, jangan semena-mena mengajari anak di usia balita. Kita harus memberikan yang terbaik, dengan metode yang tepat dan penuh kasih sayang, karena mereka adalah masa depan bangsa dan gereja,” tegasnya.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini sangat komprehensif dan praktis, meliputi cara menyusun rencana pembelajaran yang efektif, teknik berkomunikasi yang sesuai dengan psikologi anak-anak, penggunaan media pembelajaran sederhana namun kreatif, serta cara mengelola kelas yang kondusif agar anak-anak tetap fokus dan antusias. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berlatih langsung mempraktikkan metode yang telah dipelajari melalui simulasi dan diskusi kelompok, sehingga mereka dapat langsung merasakan penerapannya dalam situasi nyata.
Salah satu peserta pelatihan, Handus Anouw, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas inisiatif kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa pelatihan tersebut memberikan banyak pengetahuan dan ide baru yang sangat bermanfaat bagi pelayanan Sekolah Minggu di gerejanya.
“Saya belajar banyak hal baru hari ini. Cara mengajar yang kami dapatkan sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami. Kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung yang bisa langsung kami terapkan. Kami siap mempraktikkannya langsung kepada anak-anak di tempat kami mengajar, sehingga pelayanan Sekolah Minggu kami ke depannya bisa lebih berkualitas dan menyenangkan bagi anak-anak,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi strategis antara TP PKK Kabupaten Dogiyai dengan TP PKK Provinsi Papua Tengah dalam upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembentukan karakter sejak dini. Program ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan manusia seutuhnya, yang tidak hanya dilakukan di lingkungan keluarga dan sekolah formal, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan seperti Sekolah Minggu.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, kualitas pembelajaran di Sekolah Minggu di Kabupaten Dogiyai semakin meningkat secara signifikan, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang tidak hanya secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan iman yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan zaman. Dengan generasi muda yang berkarakter dan beriman, Kabupaten Dogiyai dan Papua Tengah pada umumnya akan memiliki fondasi yang kokoh untuk membangun masa depan yang lebih cerah dan sejahtera.
Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bagaimana peran organisasi kemasyarakatan seperti PKK dapat berkontribusi langsung dalam pembangunan sumber daya manusia di tingkat akar rumput, khususnya dalam membentuk generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kekuatan karakter.












