NABIRE – PEMDA DOGIYAI,Id.Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Dogiyai, Ny. Maria Ferderika Keiya Tebai, kembali menunjukkan konsistensinya dalam mendukung ekonomi kerakyatan. Di tengah kemeriahan Papua Renggé Festival ke-XI yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Sabtu (17/10/2026), istri Bupati Dogiyai ini terlihat aktif berkeliling stan-stan UMKM untuk berbelanja produk karya mama-mama Papua.
Bukan sekadar hadir sebagai tamu undangan, Ny. Maria Keiya Tebai menyempatkan diri berbaur dengan para pedagang. Ia tampak antusias menyapa mama-mama pengrajin, bertanya detail mengenai proses pembuatan produk, hingga memilih berbagai barang kebutuhan dengan teliti. Sikap ramah dan rendah hati tersebut mencerminkan kebiasaan sehari-hari beliau saat berinteraksi dengan masyarakat di Kabupaten Dogiyai.
Dalam keterangannya, Ny. Maria menegaskan bahwa mencintai produk lokal harus menjadi gaya hidup, bukan hanya seremonial sesaat.
“Saya ingin menunjukkan bahwa kebiasaan membeli produk sesama kita itu tidak harus hanya dilakukan di tempat sendiri. Di mana pun kita berada, produk anak bangsa, khususnya produk asli Papua, harus menjadi pilihan utama. Ini adalah kebiasaan yang sudah saya lakukan sejak lama di kabupaten, dan hari ini saya lanjutkan di sini,” ungkap Ny. Maria Keiya Tebai.
Ia menambahkan, aksi sederhana seperti berbelanja langsung memiliki dampak besar bagi peningkatan ekonomi keluarga, terutama bagi kaum perempuan pelaku usaha mikro. Selain itu, langkah ini juga merupakan bentuk nyata dalam melestarikan kearifan lokal dan budaya Papua yang kian terkikis oleh arus globalisasi.
Kehadiran Ketua TP-PKK Dogiyai di stan-stan penjualan mendapat sambutan hangat dari para mama-mama pedagang. Mereka merasa dihargai dan termotivasi melihat pejabat daerah yang secara langsung mendukung hasil keringat mereka.
Melalui momen ini, Ny. Maria berharap teladan yang diberikan dapat menular kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan generasi muda. “Mari kita biasakan diri untuk bangga menggunakan produk sendiri. Dengan membeli produk lokal, kita secara tidak langsung sedang membangun ekonomi daerah dan menjaga martabat budaya kita,” pungkasnya.
Papua Renggé Festival kali ini bukan hanya ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat solidaritas ekonomi antar-daerah di Papua Tengah melalui dukungan terhadap produk lokal.












