DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id.Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap dampak musim kemarau yang melanda wilayah Pegunungan Tengah, Kepala Distrik Sukikai Selatan, Yoseph Kidou, melakukan penyaluran bantuan sosial berupa bahan pangan. Bantuan berupa beras sebanyak 2 ton ini disalurkan langsung kepada masyarakat di dua kampung, yakni Kampung Unito dan Kampung Iyaro.
Penyerahan bantuan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Oktober 2026. Total bantuan sebesar dua ton tersebut dibagi secara merata, dengan rincian masing-masing kampung menerima jatah satu ton beras. Langkah ini diambil untuk meringankan beban masyarakat yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan pangan akibat gagal panen atau sulitnya akses ke kebun selama musim kemarau.
Saat mengunjungi kedua kampung tersebut untuk menyerahkan bantuan secara langsung, Yoseph Kidou menekankan pentingnya manajemen pangan di tingkat keluarga. Ia mengimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan beras bantuan ini dengan bijak dan terukur.
“Gunakan beras ini dengan baik selama musim kemarau. Kita harus bijak mengatur stok pangan di rumah tangga masing-masing agar bantuan ini dapat mencukupi kebutuhan hingga situasi cuaca membaik,” pesan Yoseph Kidou di sela-sela penyerahan bantuan.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah distrik akan terus memantau kondisi warganya dan berupaya semaksimal mungkin untuk hadir di tengah-tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat.
Kehadiran Kepala Distrik yang turun langsung ke pelosok kampung menuai apresiasi mendalam dari warga. Medannya yang tidak selalu mudah dan situasi cuaca yang terik tidak menyurutkan semangat Yoseph Kidou untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang berhak.
Pilipus Magai, salah satu tokoh masyarakat Kampung Unito, mewakili warga setempat menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga. Ia menilai langkah Kepala Distrik yang mengantar bantuan hingga ke depan rumah warga merupakan bentuk pelayanan yang luar biasa.
“Kami segenap masyarakat Distrik Sukikai Selatan menyampaikan banyak ucapan terima kasih kepada Bapak Kepala Distrik. Tidak gampang bagi beliau untuk bisa mengantar bantuan sampai ke depan rumah kami masing-masing,” ungkap Pilipus dengan nada haru.
Pilipus menambahkan, bantuan ini datang di saat yang sangat krusial. “Apalagi situasi musim kemarau ini, kami sangat membutuhkan bantuan dari siapapun. Kehadiran Bapak dan beras ini sangat menolong kami,” tambahnya.
Penyaluran bantuan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan ketenangan psikologis bagi warga Kampung Unito dan Iyaro, bahwa pemerintah tetap hadir dan peduli terhadap nasib mereka di tengah tantangan alam.







