DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id.Suasana haru dan penuh apresiasi menyelimuti penutupan kegiatan On the Job Training (OJT) Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kabupaten Dogiyai. Kepala Dinas Kesehatan (Ibu Kadis) Dogiyai, dr.Maria Clara Giyai,M.Kes menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Tim Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah yang telah bertahan selama 5 hari penuh untuk membimbing tenaga kesehatan lokal.
” Yang membuat kunjungan ini begitu istimewa dan menyentuh hati adalah pengorbanan yang dilakukan oleh tim provinsi. Di tengah perjalanan kegiatan, mereka mengalami insiden kehilangan sejumlah aset pribadi berharga, meliputi:
• Pakaian pribadi dan Baju Dinas.
• 2 unit Handphone (HP).
• Laptop dan barang-barang penting lainnya.
Meskipun diterpa musibah kehilangan tersebut, semangat mereka tidak padam. Mereka tetap bertahan, tidak pulang, dan melanjutkan misi mulia memberikan ilmu kepada rekan-rekan sejawat di Dogiyai hingga kegiatan selesai”, Katanya sebelum membagi ole-ole didepan tim Dinkes provinsi Papua tengah di Aula Koteka Moge,Moanemani, Dogiyai.
Lanjutnya dalam sambutannya, Ibu Kadis mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga:
“Terima kasih banyak atas kedatangan Tim Dinkes Provinsi Papua Tengah. Selama 5 hari kalian bertahan di sini, walaupun di pertengahan jalan ada insiden sedih berupa kehilangan baju, HP, laptop, dan barang lainnya. Namun, Bapak/Ibu tetap teguh memberikan ilmu yang sangat berharga bagi kami.”katanya.
Beliau juga menambahkan kekagumannya terhadap antusiasme tim provinsi:
“Kami melihat sendiri, bagaimana Bapak/Ibu sangat antusias memberikan ilmu yang begitu menghubungkan dan bermanfaat bagi kami, baik bagi Dinas Kesehatan maupun peserta dari 15 Puskesmas se-Dogiyai.”
Sikap tim provinsi ini menjadi contoh nyata bagi seluruh tenaga kesehatan di Dogiyai tentang arti pengabdian tanpa pamrih.Tugas negara dan transfer ilmu ditempatkan di atas kepentingan pribadi, bahkan saat mengalami kerugian materi,Menunjukkan bahwa tantangan di lapangan (termasuk keamanan dan kenyamanan) tidak boleh menghentikan upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat dan Para peserta dari 15 Puskesmas tentu termotivasi oleh sikap para mentor mereka. Jika mentor saja bisa berkorban demi ilmu, maka peserta pun harus berkorban demi melayani masyarakat Dogiyai dengan lebih baik”, Beber Giyai
Kehilangan materi mungkin bisa diganti, namun ilmu dan semangat pengabdian yang ditanamkan tim provinsi di hati tenaga kesehatan Dogiyai adalah harta yang tak ternilai harganya.











