DOGIYAI- PEMDA DOGIYAI,Id. Bupati Dogiyai Yudas Tebai,S.Pd.,M.Si Mengunjungi masyarakat dari kampung Ekimani,Distrik Kamuu Utara,Kabupaten Dogiyai yang rencananya bangun rumah adat. Kunjungan ini dilakukan pada senin,01 September 2025 di Kampung Ekimani.
Sebagian Masyarakat Kampung Ekimani,menyambut dengan kegembiraan atas kedatangan orang nomor 01 Dogiyai,di Kampung Mereka ketika tiba

Kesempatan kunjungan tersebut,Tukang bangunan Rumah Adat atau biasa disapa”Yamee Owaa “Agus Goo melaporkan kekurangan yang ada, kemudian Rencana mau mulai bahkan sampai tahapan kesiapan dan persiapan kelengkapan bahan.

Lanjut Agus,ucapkan terimakasih kepada Bupati Dogiyai atas kedatangan di kampung halaman mereka sehingga mereka bisa sampaikan sesuai keluhan dan aspirasi mereka. Karena mereka rasa,momen yang tepat untuk bicara secara langsung dan bertatap muka bersama orang Nomor 01 Dogiyai”,Ujar Agus Goo.

Selanjutnya,bupati dogiyai menuturkan Kami senang dan bangga kepada masyarakat Kampung Ekimani, agar atas inisiatif membangun Rumah adat atau Yamee Owaa, terlebih hal ini turut menjunjung tinggi dan menjaga kearifan lokal masyarakat yang ada di kampung Ekimani pada umur kabupaten dogiyai”, Katanya.

Dikatakan bupati selain ramah lingkungan, rumah adat atau Yamee Owaa yang merupakan rumah adat asli dari Suku Mee tersebut memiliki nilai kearifan lokal yang dijaga dan dipertahankan oleh masyarakat Suku Mee.

Dia juga berharap, setelah dibangun rumah adat tersebut selanjutnya dapat difungsikan dan dijaga dengan baik agar dapat membawa perubahan dalam tatanan kehidupan yang harmonis, karena budaya adalah dasar hidup orang, suku bangsa. Oleh sebab itu, mari terus perhatikan, melestarikan dan mempertahankan nilai-nilai budaya melalui berbagai bentuk sehingga budaya jangan punah karena arus budaya luar’,Pintahnya Bupati Dogiyai Yudas Tebai.

Ia juga selalu berharap agar, setiap kepala OPD,Setiap Denominasi Gereja maupun setiap orang yang merasa peduli dengan budaya,wajib punya Rumah adat masing-masing di Kampung,di Lingkungan Gereja masing-masing.













