DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id.Menjamin standar higienitas dan keselamatan pasien menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Dogiyai. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan langsung Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., untuk mengecek kualitas air bersih di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dogiyai pada Kamis, 21 Mei 2026.
Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai sekaligus Plt.Direktur RSUD,dr.Maria Clara Giyai, M.Kes.,jajaran tenaga kesehatan (nakes), serta petugas Satpol PP yang bertugas menjaga keamanan lokasi.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati tidak hanya melihat secara visual, tetapi juga meninjau proses produksi hingga distribusi air. Fokus utama pemeriksaan meliputi:
Memastikan air bebas dari partikel kotoran atau lumpur,Memastikan keseimbangan pH air sesuai standar kesehatan agar aman untuk konsumsi pasien, pencucian alat medis, dan kebutuhan sanitasi rumah sakit.
“Pengecekan air ini kami lakukan untuk memastikan air di RSUD Dogiyai benar-benar aman, jernih, dan memiliki pH sesuai standar. Air adalah elemen vital dalam pelayanan medis,” tegas Bupati Yudas Tebai.
Selain aspek teknis kualitas air, Bupati memberikan tiga arahan strategis kepada manajemen RSUD Khusus Butuh Tenaga Ahli Khusus:Bupati menekankan bahwa pengelolaan air di rumah sakit tidak bisa dilakukan sembarangan.
• Harus ada petugas atau teknisi yang memiliki keahlian khusus (sertifikasi/kompetensi) dalam pengolahan air bersih dan limbah cair rumah sakit.
• Seluruh instalasi penjernihan air, pompa, dan filter harus dirawat secara berkala. Kerusakan alat kecil bisa berdampak besar pada kualitas air dan kesehatan ribuan pasien.
• Dengan nada humanis, Bupati berpesan: “Kalau ada petugas atau tukang yang bekerja di bagian ini, jaga dan lindungi mereka.”Ini menunjukkan apresiasi Bupati terhadap pekerja “di balik layar” yang sering terlupakan, namun perannya sangat krusial bagi operasional rumah sakit.
Langkah Bupati Yudas Tebai ini mengirimkan sinyal kuat bahwa tidak ada kompromi dalam soal standar kesehatan. Infrastruktur fisik gedung penting, tetapi infrastruktur pendukung seperti air bersih, listrik, dan oksigen adalah “nyawa” dari sebuah rumah sakit.












