DOGIYAI –PEMDA DOGIYAI,Id.Pemerintah Kabupaten Dogiyai resmi mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD periode 2026. Dalam acara yang berlangsung khidmat di Aula Koteka Moge,Moanemani,10 Oktober 2026 tersebut, Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., menekankan bahwa Bunda PAUD bukan sekadar simbol, melainkan sosok “ibu” bagi seluruh anak usia dini di Dogiyai yang berperan strategis sebagai penggerak, motivator, dan inspirator.
Bupati Yudas menyatakan bahwa pengukuhan ini bukanlah seremonial belaka, melainkan sebuah amanah besar untuk meletakkan fondasi masa depan Dogiyai melalui pendidikan anak usia dini (PAUD).
Dalam arahannya, Bupati Yudas memberikan empat instruksi kunci agar Pokja Bunda PAUD dapat bekerja efektif sebagai “mesin kerja” dalam memajukan pendidikan early childhood di daerah ini:
1. Sebagai Jembatan Komunikasi: Pokja harus menjadi penghubung aktif antara Bunda PAUD dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga tingkat kampung.
2. Pemerataan Layanan Berkualitas: Mendorong terwujudnya layanan PAUD yang terjangkau dan merata hingga ke distrik-distrik dan kampung-kampung terjauh di Dogiyai, seperti Moanemani, Kamu, Mapia, dan wilayah lainnya. Tidak ada anak Dogiyai yang boleh tertinggal akses pendidikannya.
3. Menghidupkan Peran Keluarga: Mengadvokasi peran serta orang tua karena keluarga adalah sekolah pertama. Gerakan “Ayah dan Bunda Mengantar Anak ke Sekolah” harus dihidupkan kembali untuk membangun kedekatan emosional dan disiplin belajar sejak dini.
4. Implementasi PAUD Holistik Integratif (HI): Memastikan anak tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki gizi baik, kesehatan terjamin, kasih sayang, dan perlindungan. Pokja diminta bersinergi kuat dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan instansi terkait lainnya.
“Anak-anak kita di Dogiyai adalah generasi emas. Mereka adalah calon pemimpin, guru, tenaga kesehatan, dan penjaga Tanah Dogiyai di masa depan. Kualitas mereka sangat ditentukan oleh apa yang kita berikan pada 1.000 hari pertama kehidupan dan masa usia dini (0-6 tahun). Oleh karena itu, PAUD bukan hanya urusan Dinas Pendidikan, tetapi urusan kita semua,” tegas Bupati Yudas.
Ia juga menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memberikan dukungan penuh, baik dari sisi program maupun anggaran, guna menyukseskan gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Pra-Sekolah Dasar di Dogiyai.
Menutup sambutannya, Bupati Yudas berpesan kepada Bunda PAUD dan anggota Pokja yang baru dikukuhkan untuk bekerja dengan hati. Ia meminta mereka untuk tidak hanya duduk di kantor, tetapi turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi gedung PAUD dan semangat para guru yang sering kali berjuang dengan keterbatasan fasilitas.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal kebangkitan PAUD di Dogiyai. Dou Enaa (Tanah Kita) harus maju dari manusianya, dan memajukan manusia harus dimulai sejak usia dini,” pungkasnya.
Dengan dikukuhkannya Pokja Bunda PAUD ini, diharapkan terjadi percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Dogiyai mulai dari akar rumput.












