NABIRE – PEMDA DOGIYAI,Id.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&P) Kabupaten Dogiyai, David Goo, secara resmi melepas Tim Seleksi Universitas Katolik Parahiyangan (Unpar) Bandung di Hotel Nusantara, Nabire. Acara ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan seleksi calon mahasiswa baru asal Dogiyai untuk program studi Keguruan yang telah berlangsung selama tiga hari.
Dalam kesempatan tersebut, Kadis P&P Dogiyai bertindak atas nama Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak universitas yang telah meluangkan waktu untuk menjaring talenta terbaik putra-putri daerah.
Sebagai bentuk apresiasi dan promosi budaya, David Goo menyerahkan dua jenis oleh-oleh khas Kabupaten Dogiyai kepada Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unpar Bandung. Kedua cenderamata tersebut adalah Kopi Arabika dan Noken Motif Anggrek, yang merupakan produk unggulan dan identitas kebanggaan masyarakat Dogiyai.
“Kami memberikan dua jenis oleh-oleh sekaligus mempromosikan produk unggulan Kabupaten Dogiyai, yaitu Kopi Arabika dan Noken Anggrek asli. Ini adalah simbol keramahan kami dan harapan agar kerja sama pendidikan ini terus terjalin erat,” ujar David Goo dalam keterangan yang Terima awak media Pemda,pada Selasa (21/7/2026).
David Goo juga tidak lupa memberikan penghargaan tinggi kepada para tokoh dan staf yang terlibat dalam kesuksesan acara seleksi tersebut. Ia secara khusus menyebutkan peran Pimpinan PA Agustinus A Degei dan Om Vincen Giyai, serta dukungan teknis dari Kasubag Program, Selpius Goo, beserta para kepala bidang dan staf lainnya.
Menurutnya, kelancaran acara ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan yang matang dan eksekusi tim yang solid. “Salut buat kalian semua. Segalanya dapat berjalan baik karena TERENCANA dengan rapi. Kerja sama tim sangat luar biasa,” puji David.
Ia menutup sambutannya dengan ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam seluruh rangkaian kegiatan. “Tuhan itu baik adanya. Semua berjalan lancar tanpa hambatan berarti. SYUKURLAH,” pungkasnya.
Dengan selesainya seleksi ini, diharapkan para siswa terpilih dari Dogiyai dapat melanjutkan studi di Unpar Bandung dan kelak kembali membangun daerah dengan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan.












