DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id.Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan prioritas nasional Kementerian Kesehatan yang pada tahun 2026 ini fokusnya telah bergeser dari sekadar deteksi dini menuju penanganan nyata dan pengendalian penyakit. Target nasional tahun ini sangat ambisius, mencakup sekitar 46% penduduk Indonesia.
Kabupaten Dogiyai, di bawah kepemimpinan Bupati Yudas Tebai,S.Pd.M.Si dan Wakil Bupati Yuliten Anouw,SE melalui Dinas Kesehatan Dogiyai yang dipimpin oleh dr. Maria Clara Giyai, M.Kes,sedang dalam sorotan ketat terkait capaian program ini, terutama setelah audiensi dengan Menteri Kesehatan RI pada Februari 2026 lalu. Tekanan untuk mencapai target real-time sangat tinggi.
Instruksi yang mengandung kritis ini disampaikan melalui Rapat bersama 15 kepala Kapus yang ada di Dogiyai pada Rabu,17 Maret 2026 di Kantor Sementara Kesehatan dogiyai di Perumahan Tokapo,Moanemani,Dogiyai.
Instruksi yang disampaikan kepada 10 Kapus tersebut mengandung poin-poin kritis berikut:
Yang pertama,Input data CKG bukan lagi kegiatan rutin biasa, melainkan mandat nasional.Alasan seperti “Penanggung Jawab (PJ) sakit” tidak diterima. Jika PJ berhalangan, Kapus wajib segera menunjuk staf pengganti saat itu juga. Data harus terus masuk tanpa jeda’.
” Bagian kedua,Tuntutan Data Real-Time: Kemenkes membutuhkan data secara langsung (real-time) untuk memantau capaian harian/mingguan.Keterlambatan input akan langsung berdampak pada penurunan rating/kinerja Puskesmas terkait dan nilai agregat Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai. Ini bisa berimplikasi pada evaluasi kinerja kepala daerah dan dinas terkait”,Ujar Kepala dinas kesehatan dogiyai ini.
Lanjutnya bagian ketiga, Instruksi Spesifik untuk 15 Kapus:Setiap Kapus diperintahkan melakukan cek mandiri segera terhadap status input data di Puskesmas masing-masing.harapnya Pastikan tidak ada satupun Puskesmas yang datanya kosong atau tertunda hari ini.
kepala Dinas Kesehatan dogiyai yang adalah Mantan Direktur RSUD kabupaten Nduga ini juga menyampaikan bahwa Instruksi ini dibungkus sebagai bentuk komitmen bersama untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, menandakan bahwa kegagalan input data akan dianggap sebagai pelanggaran komitmen kerja”,Katanya.
Ia berharap bagi 15 Kepala Puskesmas: Ini adalah “lampu merah”. Kegagalan memenuhi instruksi ini bukan hanya soal teguran internal, tapi bisa mempengaruhi karir dan penilaian kinerja instansi di mata pusat. Segera lakukan backup SDM untuk tim input data”, pesannya.
Ia juga menuturkan Sistem Monitoring: Dinkes Dogiyai kemungkinan besar akan memasang dashboard monitoring harian. Puskesmas dengan input terendah akan menjadi sorotan utama dalam rapat koordinasi berikutnya.
Dampak bagi Masyarakat: Jika data tidak diinput, masyarakat yang sudah diperiksa mungkin tidak mendapatkan tindak lanjut pengobatan yang tepat karena datanya “hilang” di sistem pusat. Jadi, ini menyangkut nyawa dan hak kesehatan warga Dogiyai.
Instruksi ini mencerminkan keseriusan Dinkes Dogiyai dalam merespons tuntutan pusat dan memastikan bahwa program strategis nasional ini benar-benar berjalan di tingkat tapak, meskipun di tengah tantangan sumber daya manusia (seperti petugas sakit)”, Tutup Ibu Dinkes dalam penutupannya.
( Humas Pemda Dogiyai )












