DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI, Id. Bupati Kabupaten Dogiyai,Yudas Tebai,S.Pd.,M.Si bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Otonomi Daerah. Upacara ini dihadiri oleh seluruh elemen pimpinan daerah, termasuk Wakil Bupati Yuliten Anouw, S.Pd., M.Si, Sekretaris Daerah Drs. Petrus Agapa, M.Si, jajaran Forkopimda, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, TNI-Polri, Koramil, serta seluruh ASN di lingkungan Pemkab Dogiyai.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama untuk memperkuat semangat otonomi daerah demi kesejahteraan masyarakat Dogiyai.
Dalam sambutannya, Bupati membacakan pesan resmi dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia yang menekankan beberapa poin strategis.
“Semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak inilah yang menjadi pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel.”
Otonomi daerah bukan hanya soal kewenangan, tapi soal tanggung jawab bersama antara pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, pers, dan seluruh elemen bangsa”,Katanya.
Lanjutnya,Otonomi daerah adalah instrumen untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan pelayanan publik. Untuk mewujudkan Asta Cita (8 prioritas utama bangsa), diperlukan sinkronisasi kuat antara Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Distrik.
1. Integrasi Perencanaan & Penganggaran Nasional-Daerah.
2. Reformasi Birokrasi berbasis hasil + Digitalisasi & Inovasi.
3. Penguatan Kemandirian Fiskal Daerah.
4. Kolaborasi Antar Daerah.
5. Fokus pada Pelayanan Dasar & Pengentasan Ketimpangan.
6. Penguatan Stabilitas & Ketahanan Daerah.
” Bupati Ungkap Delapan Fokus Implementasi di Daerah:
• Swasembada Pangan: Optimalisasi lahan, teknologi, dan SDM pertanian.
• Swasembada Energi: Diversifikasi energi domestik untuk kurangi impor.
• Pengelolaan Sumber Daya Air: Infrastruktur dan penegakan hukum.
• Pemerintahan Bersih: Transparan, akuntabel, bebas korupsi, dan berintegritas.
• Kewirausahaan: Buka lapangan kerja lewat UMKM, koperasi, dan kemudahan bisnis.
• Pendidikan Berkualitas: Pemerataan akses, peningkatan kualitas guru, dan program makan bergizi gratis bagi siswa.
• Kesehatan Merata: Penguatan sistem rujukan, pencegahan stunting, dan digitalisasi jaminan kesehatan.
• Reformasi Birokrasi & Hukum: Penyederhanaan prosedur, e-government, dan kanal pengaduan terintegrasi.
Bupati Yudas Tebai menyampaikan pesan tegas yang relevan dengan kondisi Dogiyai saat ini:
“Penting bagi pemerintah daerah untuk tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga harus menjadi mitra aktif dalam merancang kebijakan yang relevan dengan kondisi dan potensi lokal.”
Pembangunan harus adil dan merata, disesuaikan dengan kearifan dan kebutuhan spesifik Dogiyai.
Beliau memperingatkan agar masalah tidak meluas hingga menimbulkan korban jiwa dan harta benda. Keamanan kampung, distrik, dan kabupaten adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat.
Dengan semangat “Kolaborasi, Efisiensi, dan Humanisme”, Bupati Yudas Tebai mengajak seluruh ASN dan masyarakat Dogiyai untuk menjadikan otonomi daerah sebagai alat pembebasan dari ketertinggalan, bukan sekadar perayaan seremonial.











