DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id.Ratusan peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik kategori penuh waktu maupun paruh waktu di Kabupaten Dogiyai, mendatangi halaman Kantor Bupati Dogiyai pada Senin (5/10/2026). Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan aspirasi terkait keterlambatan penerbitan Surat Keputusan (SK) pengangkatan.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan peserta menyampaikan tiga poin utama keluhan mereka:
1. Adanya enam orang peserta yang hingga saat ini belum menerima SK, sehingga menuntut kejelasan status proses administrasi mereka.
2. Mendesak agar SK bagi peserta yang sudah selesai administrasinya segera dibagikan tanpa penundaan lebih lanjut.
3. Memberikan ultimatum bahwa jika tuntutan tidak dipenuhi, mereka akan melakukan aksi berupa pemalangan (blokade) akses ke Kantor BKD, Kantor Bupati, atau Rumah Dinas Bupati.
Menanggapi Aspirasi diatas, Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., memberikan respons yang tegas namun tetap mengedepankan dialog. Ia menolak keras tindakan anarkis atau penghalangan akses terhadap fasilitas umum dan aset negara.
“Saya tegaskan, jika ingin menyampaikan aspirasi atau bahkan melakukan demonstrasi, lakukanlah dengan cara yang tertib, aman, dan tenang. Jangan sekali-kali mencoba memalang kantor atau mengganggu aset pemerintahan. Barang-barang pemerintah adalah milik negara, tidak bisa diambil alih atau dihambat sembarangan. Semua proses membutuhkan waktu dan prosedur hukum,” ujar Bupati Yudas di hadapan massa.
Bupati juga menekankan pentingnya budaya komunikasi yang sehat. “Ke depan, baik itu peserta CPNS, PNS, maupun tenaga honorer, sampaikanlah aspirasi dengan kepala dingin. Jangan mengganggu fasilitas umum karena itu justru merugikan semua pihak,” tambahnya.
Menjawab kekhawatiran peserta mengenai keterlambatan SK, Bupati Yudas menjelaskan alasan teknis di balik penundaan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa keterlambatan utamanya disebabkan oleh masalah validasi ijazah pada enam orang peserta tertentu.
“SK kami bagi agak lama karena ada enam orang yang mengalami masalah pada legalitas ijazah. Namun, kabar baiknya, saya telah personally bertemu dengan pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mempercepat perbaikan data ijazah tersebut. Kini, masalah itu sudah beres,” jelas Bupati.
Dengan terselesaikannya kendala administratif tersebut, Bupati mengumumkan kabar gembira bagi para peserta. ” Puji Tuhan, SK akan kami bagikan secara resmi pada hari Jumat besok. Saya minta doa restu dari semuanya agar saat pembagian nanti tidak ada hambatan apapun.”
Di akhir penyampaian, Bupati Yudas Tebai meminta para peserta untuk mengapresiasi kerja keras Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Dogiyai beserta jajarannya. Ia menilai bahwa tim BKD telah bekerja ekstra keras demi memastikan administrasi kepegawaian dapat diselesaikan secepat mungkin sesuai regulasi.
“Mereka sudah bekerja sangat keras sehingga dokumen bisa selesai. Mari kita hargai usaha mereka dengan bersabar sedikit lagi hingga hari Jumat. Semoga semua berjalan lancar,” pungkasnya.
Situasi di halaman Kantor Bupati akhirnya kondusif setelah adanya kepastian tanggal distribusi SK dan penjelasan transparan dari pimpinan daerah. Para peserta pun membubarkan diri dengan harapan baru menanti pembagian SK pada akhir pekan ini.












