DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id. Bupati Kabupaten Dogiyai Yudas Tebai,S.Pd.M.Si menghadiri rapat Klarifikasi Pembunuhan terhadap Bripda Juventus Edoway yang dipimpin langsung oleh Polda Papua Tengah Kombes Pol Jermias Rontoni,S.I.K.,M.Si bersama Bupati dan Wakil Bupati Yuliten Anouw,SE pada Kamis,09 April 2026 di Ruang Rapat Polres Dogiyai.
Dalam Rapat Klarifikasi Pembunuhan Bripda Juventus Edoway ini, telah hadir Asisten III Setda Dogiyai,Willem Tagi,S.IP,Wakil Ketua III DPRD Dogiyai,Agustinus Pigai,S.IP,Para Anggota Pemuda,Tokoh Pemuda,Tokoh Masyarakat,Mewakili Bamuskam se Dogiyai dan Kepolisian Polres Dogiyai.
Rapat ini menandai titik balik penting dalam investigasi kasus kematian Bripda Juventus Edoway yang memicu gelombang ketegangan berdarah di Dogiyai sejak akhir Maret 2026. Kehadiran pimpinan tertinggi Polda Papua Tengah bersama kepala daerah menunjukkan bahwa kasus ini ditangani dengan prioritas maksimal dan pendekatan kolaboratif antara penegak hukum dan pemerintah daerah Kabupaten Dogiyai.
Bupati Yudas Tebai menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai sepenuhnya mendukung proses hukum yang dilakukan Polri. Tidak ada intervensi, tidak ada perlindungan bagi pelaku, dan tidak ada upaya menutup-nutupi fakta, siapa pun pelakunya.
” Bupati Yudas Tebai menegaskan Pentingnya Klarifikasi.sehingga Rapat ini bertujuan untuk mendapatkan pengakuan resmi terkait motif, kronologi, dan apakah ada pihak lain yang terlibat (dalang intelektual). Kejelasan ini vital untuk Memberikan kepastian bagi keluarga almarhum Bripda Edowai”,Bebernya.
Tebai juga meminta kepada Kapolres dan Kapolda Menghentikan operasi keamanan berlebihan yang selama ini menyasar warga sipil di Dogiyai secara kolektif.
Lanjutnya,Kehadirannya memastikan bahwa proses hukum berjalan adil, tidak hanya mengejar pelaku pembunuhan polisi, tetapi juga membuka jalan untuk mengungkap kebenaran di balik kematian warga sipil yang menjadi korban operasi sebelumnya. Ia diharapkan dapat menjamin bahwa hukum tidak tajam hanya ke satu sisi”, Ungkap Bupati Tebai.
” Jika Kedapatan Pelaku Pembunuhan,ditahan dan diproses pengadilan secara transparan”,tegas bupati Dogiyai dalam rapat berlangsung.
Sementara pembunuhan polisi dihukum, pemerintah Kabupaten Dogiyai juga harus serius mengusut dan mengadili oknum aparat yang terbukti membunuh warga sipil dalam operasi sebelumnya. Keadilan harus dirasakan semua pihak.
Langkah Bupati Yudas Tebai mengikuti rapat klarifikasi ini adalah bukti kepemimpinan di masa krisis. Ia menempatkan diri di garis depan untuk memastikan hukum ditegakkan demi menghentikan pertumpahan darah. Ini adalah sinyal positif bahwa Dogiyai mulai bergerak dari fase “konflik dan kekacauan” menuju fase “penegakan hukum dan pemulihan”.
Semoga kebenaran terungkap sepenuhnya, keadilan ditegakkan bagi Bripda Edoway maupun 5 warga sipil yang menjadi korban, dan damai segera kembali menyelimuti Dogiyai.












