DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id.Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dogiyai, dr. Maria Clara Giyai, M.Kes., secara resmi membuka Pelatihan Tata Laksana dan Penanganan Malaria bagi tenaga medis di fasilitas pelayanan kesehatan se-Kabupaten Dogiyai. Kegiatan strategis ini berlangsung selama lima hari, mulai Selasa (6/10/2026) hingga Jumat (10/10/2026), yang bertempat di Aula Gereja GKI Koinonia Moanemani, Dogiyai.
Dalam sambutannya, dr. Maria Clara Giyai mengajak seluruh peserta untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga acara pembukaan dapat terlaksana dengan lancar dan semua pihak hadir dalam keadaan sehat walafiat.
Dr. Maria Clara menyoroti bahwa penyakit malaria masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius, terutama di wilayah-wilayah tertentu di Dogiyai yang masih berstatus sebagai daerah endemis. Ia menekankan bahwa upaya eliminasi malaria tidak akan berhasil tanpa adanya peningkatan kapasitas, keterampilan, dan komitmen dari tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan.
“Upaya eliminasi malaria membutuhkan kerja keras kita semua. Tanpa peningkatan kompetensi dari tenaga medis, paramedis, maupun tenaga laboratorium, target penurunan angka kesakitan akan sulit tercapai,” tegasnya.
Melalui pelatihan intensif ini, Dinkes Dogiyai berharap standar penanganan, diagnosis mikroskopis, serta pemberian obat anti-malaria dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai dengan pedoman nasional terbaru. Dr. Maria Clara mengingatkan bahwa kompetensi yang diperoleh para peserta sangat menentukan tingkat kesembuhan pasien serta menjadi kunci utama dalam pencegahan resistensi obat.
“Diagnosis yang akurat dan pengobatan yang tepat waktu adalah kunci. Kesalahan dalam tata laksana dapat berakibat fatal bagi pasien dan memicu resistensi obat di masa depan,” tambahnya.
Kepada seluruh peserta pelatihan, Kadinkes mengimbau agar mengikuti rangkaian materi dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para narasumber ahli.
“Terapkan hasil pelatihan ini di tempat tugas masing-masing. Tujuan akhir kita adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat malaria di wilayah Kabupaten Dogiyai. Jadilah agen perubahan bagi kesehatan masyarakat di kampung kalian masing-masing,” pungkasnya.
Pelatihan ini dihadiri oleh puluhan tenaga kesehatan dari berbagai Puskesmas dan fasilitas kesehatan di seluruh distrik di Kabupaten Dogiyai, menandai komitmen kuat Pemkab Dogiyai dalam mewujudkan masyarakat yang bebas dari ancaman malaria.












