DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id.Bupati Kabupaten Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Profiling atau Pemetaan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2026. Dalam sambutannya di hadapan lebih dari 1.000 ASN lingkungan Pemkab Dogiyai, Bupati menegaskan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis dalam reformasi birokrasi untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas.
Bupati Yudas Tebai meluruskan persepsi masyarakat dan ASN terkait tujuan profiling. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan alat untuk menghukum, menonjolkan kesalahan, atau mencari kambing hitam. Sebaliknya, profiling adalah hak setiap ASN untuk memetakan potensi diri, mengukur tingkat kompetensi, integritas, dan kinerja secara objektif.
“Profiling ini adalah hak setiap ASN. Tujuannya satu: untuk melihat peta potensi kita sendiri. Siapa kita, sejauh mana kompetensi, integritas, dan kinerja kita,” tegas Bupati Tebai.
Hasil dari pemetaan kompetensi terhadap lebih dari 1.000 ASN ini akan menjadi fondasi utama dalam pembangunan Sistem Manajemen Talenta (Talent Pool) di Kabupaten Dogiyai. Melalui sistem ini, Pemkab Dogiyai berkomitmen untuk menghapus praktik penempatan jabatan yang didasarkan pada kedekatan pribadi, titipan, atau sentimen suku.
“Ke depan di Dogiyai, tidak ada lagi penempatan jabatan karena kedekatan, karena titipan, karena suku. Kita kembali ke sistem MERIT. Orang yang tepat harus di tempat yang tepat. Yang kompeten kita promosikan, yang kurang kita bina, yang tidak berkinerja kita evaluasi,” ujar Bupati dengan tegas.
Dalam arahannya, Bupati Yudas Tebai menyampaikan tiga poin penting kepada seluruh peserta profiling:
1. Kejujuran dan Kelengkapan Data: Peserta diminta mengisi seluruh data dengan jujur dan lengkap, mencakup riwayat pendidikan, pelatihan, penghargaan, hingga Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dua tahun terakhir.
2. Tanpa Rasa Takut: ASN diminta untuk tidak panik atau takut, melainkan menunjukkan kemampuan terbaik mereka sebagai bentuk transparansi profesionalisme.
3. Introspeksi Diri: Jadikan momen ini sebagai refleksi untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri demi pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat Dogiyai.
Bupati berharap melalui profiling ini, ASN Dogiyai dapat dikenal sebagai aparatur yang disiplin, profesional, dan melayani. Ia mengingatkan bahwa kemajuan daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia birokrasinya.
“Dogiyai tidak bisa maju kalau ASN-nya tidak kompeten,” pungkasnya.
Acara kemudian ditutup dengan pernyataan resmi pembukaan kegiatan Profiling ASN Kabupaten Dogiyai Tahun 2026 oleh Bupati Yudas Tebai, disertai doa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.











