DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id. Pemerintah Kabupaten Dogiyai terus membuktikan komitmennya dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat melalui penyaluran Dana Otonomi Khusus (Otsus). Pada Rabu (16/9/2026), Pemkab Dogiyai melalui Dinas Sosial secara resmi menyerahkan bantuan sosial senilai Rp 4,7 miliar kepada berbagai lembaga non-pemerintah, termasuk yayasan pendidikan, lembaga keagamaan, dan organisasi masyarakat sipil.
Penyerahan bantuan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Dogiyai ini melibatkan penerima dari 10 distrik dan mencakup 20 denominasi gereja serta lembaga pendidikan swasta di seluruh wilayah Kabupaten Dogiyai. Langkah ini diambil sebagai wujud pengakuan pemerintah terhadap peran strategis masyarakat sipil dalam mencerdaskan bangsa dan menjaga kohesi sosial.
Mewakili Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., Asisten II Sekretariat Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Natalis Agapa, SE, M.Si., menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan aparatur pemerintah semata.
“Agenda besar membangun daerah, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menjaga keselarasan sosial tidak akan bisa berjalan optimal tanpa adanya sinergi yang kuat dengan lembaga non-pemerintah. Gereja, sekolah swasta, dan yayasan adalah mitra strategis kami yang bersentuhan langsung dengan akar rumput,” ujar Natalis Agapa dalam sambutannya.
Ia menambahkan, bantuan ini diharapkan menjadi stimulus bagi peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan dan fasilitas ibadah, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan indeks pembangunan manusia di Dogiyai.
Meskipun bersifat bantuan hibah, Pemkab Dogiyai menekankan prinsip tata kelola keuangan yang baik. Natalis Agapa mengingatkan seluruh penerima bantuan untuk menggunakan dana tersebut secara bertanggung jawab, transparan, dan akuntabel sesuai dengan proposal yang telah diajukan.
“Pastikan pemanfaatannya sesuai dengan peruntukan yang telah diajukan. Kami meminta ketertiban dalam menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ) sesuai aturan perundang-undangan. Dana Otsus adalah amanah rakyat Papua, maka harus digunakan dengan hati-hati dan tepat sasaran,” tegasnya.
Salah satu penerima bantuan, Stevanus Degei, yang mewakili Panitia Pembangunan Gereja Katolik Stasi Santa Maria Magdalena di Kampung Putaapa, Distrik Mapia Tengah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian Pemkab Dogiyai.
“Atas nama penerima bantuan, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya. Bantuan ini sangat membantu meringankan beban umat dan jemaat dalam menyelesaikan pembangunan tempat ibadah,” kata Stevanus.
Ia menekankan bahwa fasilitas yang dibangun dengan dana bantuan tersebut bukan hanya milik segelintir orang, melainkan aset bersama yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.
“Yang dibangun adalah tempat umum dan tempat beribadah. Karena itu, manfaatnya bukan hanya untuk kami yang menerima bantuan, tetapi juga masyarakat di sekitar. Ini adalah karya nyata pemerintah bersama kami, panitia, umat, dan jemaat untuk memuliakan Tuhan dan melayani sesama,” pungkasnya.
Dengan penyaluran dana Rp 4,7 miliar ini, Pemkab Dogiyai berharap dapat mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas dan fasilitas ibadah yang layak, sebagai bagian dari visi “Dogiyai Dou Enaa” yang Kuat,Cerdas dan Maju Bersama.
Sumber : Humas Pemda Dogiyai












