DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal melalui program pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri. Kali ini, sebanyak 25 pemuda Orang Asli Papua (OAP) dari Kabupaten Dogiyai secara resmi dilepas untuk mengikuti pelatihan keterampilan sebagai Operator Alat Berat (Doser/Bulldozer) yang akan berlangsung di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Acara pelepasan digelar di halaman Kantor Bupati Dogiyai pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Dogiyai, Natalis Agapa, SE., M.Si., yang mewakili Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si. Program pelatihan ini sepenuhnya dibiayai menggunakan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026, sebagai wujud amanat undang-undang untuk memprioritaskan peningkatan kapasitas masyarakat asli Papua.
Dalam sambutannya, Natalis Agapa menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan investasi strategis bagi masa depan pemuda Dogiyai.
“Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali keterampilan praktis dan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, khususnya di sektor pertambangan, konstruksi, dan perbengkelan. Ini adalah langkah nyata untuk mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan daya saing tenaga kerja asli Dogiyai di pasar kerja yang kian kompetitif,” ujar Agapa.
Pelatihan intensif selama 20 hari tersebut akan difokuskan pada pengoperasian alat berat jenis Dozer (Bulldozer), teknik dasar perawatan mesin, serta keselamatan kerja (safety) standar industri. Lokasi pelatihan di Mimika dipilih karena wilayah tersebut merupakan pusat industri ekstraktif dan konstruksi terbesar di Papua, sehingga peserta dapat belajar langsung dari lingkungan kerja profesional.
Natalis Agapa juga menyoroti keberhasilan program serupa yang telah dilaksanakan sebelumnya. Ia mengungkapkan rasa bangga melihat dampak nyata dari pelatihan tahun lalu.
“Tujuan utama Dana Otsus adalah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Orang Asli Papua, termasuk pemuda Dogiyai. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kami konsisten melepas angkatan pelatihan setiap tahun. Alhamdulillah, dari peserta tahun lalu yang sudah kembali, banyak yang sudah diserap bekerja di berbagai perusahaan kontraktor (CV/PT) baik di luar daerah maupun di Dogiyai sendiri. Kami sangat senang melihat mereka langsung mempraktikkan ilmu yang didapat,” jelasnya.
Keberhasilan alumni pelatihan sebelumnya menjadi motivasi bagi Pemkab Dogiyai untuk terus melanjutkan program ini sebagai bentuk pengkaderan tenaga kerja terampil.
Pemerintah Kabupaten Dogiyai menegaskan akan tetap mendukung dan mengalokasikan anggaran untuk pelatihan vokasi semacam ini di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan visi Bupati Yudas Tebai untuk menciptakan generasi muda Dogiyai yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga unggul secara teknikal dan siap bersaing di era modern.
“Kami berharap ke-25 peserta ini dapat menyerap materi dengan baik, menjaga nama baik daerah, dan pulang membawa kompetensi yang bisa diterapkan untuk membangun Dogiyai. Selamat belajar dan sukses selalu,” tutup Natalis Agapa sambil melepas keberangkatan bus yang membawa para peserta menuju Mimika.
Dengan adanya program ini, diharapkan angka pengangguran di kalangan pemuda Dogiyai dapat berkurang, sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui penguasaan teknologi alat berat yang semakin dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur daerah.












