DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai menggelar apel pagi rutin di Halaman Kantor Bupati Dogiyai pada Senin (13/7/2026). Apel kali ini dipimpin langsung oleh Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Dogiyai, Willem Tagi, S.IP.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Asisten, Kepala Bagian, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD),Badan,Sekretaris Dinas, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honorer di lingkungan Pemkab Dogiyai.
Dalam amanatnya, Asisten III Willem Tagi menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara, baik bagi ASN maupun tenaga honorer. Ia menegaskan bahwa kehadiran dan ketepatan waktu adalah kewajiban mutlak yang tidak bisa ditawar.
“Kedisiplinan adalah harga mati. ASN dan tenaga honorer wajib masuk kantor setiap hari sesuai jam kerja yang ditentukan. Tidak ada alasan untuk lalai dalam melaksanakan tugas,” tegasnya.
Selain soal disiplin, Willem Tagi juga menyoroti pentingnya sinergi antar-OPD dalam mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai, yaitu “Dogiyai Cerdas, Kuat, dan Maju”. Ia mengingatkan bahwa pembangunan daerah adalah tanggung jawab bersama, sehingga setiap OPD harus memiliki pembagian tugas dan fungsi yang jelas agar program pemerintah dapat berjalan efektif.
“Mari kita jaga aset dan hasil pembangunan yang telah dirintis oleh Bupati dan Wakil Bupati. Kita harus bekerja dengan profesional agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas,” ujarnya.
Perintah Segera Proses Honor Triwulan II
Menyangkut kesejahteraan pegawai, Asisten III memberikan instruksi khusus kepada para bendahara di setiap OPD. Ia memerintahkan agar proses pembayaran honor dan kinerja untuk Triwulan II segera diselesaikan tanpa penundaan.
“Saya perintahkan kepada seluruh bendahara OPD untuk segera memproses pembayaran honor dan kinerja Triwulan kedua. Pastikan hak-hak rekan-rekan honorer terpenuhi tepat waktu,” perintah Willem Tagi.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya Bupati Dogiyai dalam memperjuangkan nasib tenaga honorer. Mengingat adanya batasan regulasi nasional mengenai status honorer yang berlaku hingga akhir tahun ini, Pemkab Dogiyai berkomitmen untuk mencari solusi terbaik bagi masa depan para pegawai honorer di tahun-tahun berikutnya.
Pelayanan dengan Senyuman
Di akhir sambutannya, Willem Tagi memberikan pesan moral terkait etika pelayanan publik. Ia mengajak seluruh pegawai untuk menjaga sikap dan ekspresi saat berinteraksi dengan masyarakat.
“Setiap kali kita pulang dari kantor atau bertemu masyarakat, jangan bawa muka marah atau wajah masam. Tunjukkan keramahan dan senyuman, agar masyarakat Dogiyai tidak kecewa dengan kinerja dan sikap kita sebagai pelayan publik,” pesannya.
Apel pagi tersebut berakhir dengan semangat baru bagi seluruh jajaran Pemkab Dogiyai untuk bekerja lebih disiplin, transparan, dan melayani masyarakat dengan hati.












