DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id. Suasana khidmat Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Jumat, 5 Juni 2026, di halaman Kantor Bupati Kabupaten Dogiyai, sempat diwarnai kekecewaan mendalam. Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Dogiyai, Wilem Tagi, S.IP., secara terbuka menyoroti ketidakhadiran sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Badan yang seharusnya hadir.
Dalam amanatnya, Bapak Wilem Tagi mempertanyakan alasan absennya para pimpinan dinas tersebut, padahal kegiatan ini merupakan agenda wajib yang telah dijadwalkan.
Dengan nada tegas, Asisten III menyampaikan kritik pedas mengenai mentalitas sebagian aparatur yang hanya hadir jika dipimpin langsung oleh Bupati.
“Dari sekian banyak Kepala Dinas dan Kepala Badan di Dogiyai, kenapa tidak ikut? Padahal kegiatan ini diwajibkan. Saya perhatikan, kalau Bupati yang memimpin apel, pasti halaman kantor penuh sesak karena takut dicopot dari jabatan. Tapi karena hari ini saya yang mewakili memimpin, ternyata banyak yang tidak hadir,” ujar Wilem Tagi.
Pernyataan ini menampar realitas birokrasi di mana loyalitas sering kali bersifat transaksional—hanya muncul ketika ada “atasan tertinggi” yang mengawasi, bukan karena kesadaran akan tugas dan tanggung jawab.
Wilem Tagi menekankan bahwa jabatan yang mereka emban adalah amanah dari pimpinan dan rakyat. Ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas menunjukkan rendahnya rasa hormat terhadap hierarki pemerintahan dan komitmen terhadap isu strategis seperti lingkungan hidup.
“Kita harus loyal terhadap atasan bukan karena takut, tapi karena kita diberi kepercayaan dan jabatan oleh pimpinan. Ingat, kepercayaan itu datang sekali, tapi jika hilang, ia pergi selamanya,” tegasnya.
Asisten III menutup amanatnya dengan peringatan keras agar kejadian serupa tidak terulang. Beliau berharap para Kepala OPD dan Badan dapat mengintrospeksi diri dan membangun budaya kerja yang berbasis pada integritas, bukan ketakutan.
“Semoga ke depan tidak akan terjadi seperti ini lagi. Tunjukkan bahwa Anda profesional, loyal, dan bertanggung jawab atas jabatan yang Anda sandang,” pungkasnya.
Disiplin tidak boleh pilih-pilih pemimpin. Seorang ASN yang baik hadir karena sadar akan kewajibannya, bukan karena takut dipecat. Jika kepercayaan pimpinan sudah hilang akibat sikap abai seperti ini, sangat sulit untuk mendapatkannya kembali.
Mari jadikan momen ini sebagai titik balik menuju birokrasi Dogiyai yang lebih disiplin, loyal, dan berintegritas.











