DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id. Pasangan Bupati Yudas Tebai,S.Pd.,M.Si dan Yuliten Anouw,SE telah membuktikan bahwa kolaborasi adalah kekuatan. Di saat Dogiyai diuji dengan darah dan air mata, mereka memilih untuk bergandengan tangan tighter than ever, memastikan bahwa suara rakyat didengar, keadilan diperjuangkan, dan pembangunan tetap berjalan.
Program 100 Hari & RPJMD: Sejak dilantik (Februari 2025),Bupati dan wakil bupati langsung merumuskan program kerja bersama, termasuk penertiban ASN dan perampingan OPD untuk efisiensi birokrasi.
Lanjut bukan hanya itu saja,tetapi Beliau berdua lagi Penyerahan DPA 2026: Pada Maret 2026, Bupati Yudas Tebai secara resmi menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dengan dukungan penuh dari Wakil Bupati, memastikan roda pembangunan tetap berjalan meski di tengah situasi keamanan yang memanas.
” Keduanya aktif memimpin Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk memastikan aspirasi masyarakat masuk dalam rencana kerja pemerintah daerah Kabupaten Dogiyai.
Pendekatan Humanis & Dialogis Melibatkan Semua Elemen,Mereka berdua secara aktif merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari Pemuda Katolik, tokoh agama (KINGMI), tokoh adat, hingga komunitas profesi seperti Pengojek Dogiyai dan Komunitas Kemasyarakatan Lainnya.
Kedua Bupati dan wakil bupati yang dilantik 02 Februari 2024 ini juga selalu Respon Cepat Terhadap Isu Sosial.Ketika isu sensitif muncul (seperti tuntutan pembubaran MRP atau protes terhadap Freeport atau bahkan masalah Sosial lain, kedua beliau merespons dengan membuka ruang dialog daripada represif, menunjukkan kedewasaan berpolitik.
Sebagai Orang tua daripada Orang-orang Dogiyai, perlu melindungi dan memantau apapun keadaan dari luar sehingga Kedua Orang Tua Kosong 1 dan Kosong 2 Dogiyai ini juga selalu lakukan Harmonisasi Regional.Bapak dari Orang dogiyai ini,selalu bekerja sama dengan bupati lain di wilayah sekitar (seperti Bupati Deiyai) atas instruksi Gubernur untuk menyelesaikan harmonisasi di wilayah Kapiraya,menunjukkan bahwa kerja sama mereka tidak hanya internal kabupaten tetapi juga berkontribusi pada stabilitas regional Papua Tengah.
Beliau berdua tidak selalu membiarkan Masyarakat Dogiyai untuk menghadapi situasi apapun sendiri seperti contoh Penanganan Krisis Tragedi Moanemani (April 2026) lalu, Dalam rapat klarifikasi pelaku pembunuhan polisi bersama Polda maupun dalam penerimaan tim investigasi Komnas HAM (Frits Ramandey), keduanya selalu hadir berdampingan. Ini menunjukkan solidaritas penuh dalam mengambil tanggung jawab politik dan moral di hadapan rakyat.
Sebagai Orang tua Dogiyai, beliau berdua hingga hari ini mengusahakan Pesan Damai yang Konsisten.Mereka secara konsisten menyuarakan pesan yang sama: mengutamakan jalur hukum, menolak kekerasan, dan mendukung transparansi. Tidak ada perbedaan sikap yang bisa dimanfaatkan oleh pihak provokator untuk memecah belah.
Senantiasa Kami seluruh Rakyat Kabupaten Dogiyai berharap agar sinergi emas ini terus terjaga hingga akhir masa jabatan, membawa Dogiyai keluar dari masa kelam menuju masa depan yang lebih damai dan sejahtera guna tercapai Dogiyai yang Kuat, Dogiyai Cerdas dan Dogiyai yang Maju bersama dalam Semua Sektor.











