DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id. Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam menjaga kerukunan umat beragama, stabilitas keamanan, serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penerimaan kunjungan kerja rombongan Kejaksaan Negeri Nabire yang diterima langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Dogiyai, Yan Dogomo, S.STP., mewakili Bupati Dogiyai, pada Sabtu,07 November 2026, bertempat di Aula Pertemuan Kantor Bupati Dogiyai, Lantai II.
Rombongan Kejaksaan Negeri Nabire dipimpin oleh Pelaksana Harian Kepala Seksi Intelijen, Ema K. Dogomo, S.H., bersama sejumlah anggota rombongan. Kunjungan tersebut dalam rangka koordinasi terkait kegiatan Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri Nabire.
Dalam pertemuan tersebut, Yan Dogomo menyampaikan bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman agama, kepercayaan, etnis, bahasa, budaya, identitas sosial, serta latar belakang sejarah. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan sosial sekaligus fondasi penting dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan nasional.
Menurutnya, toleransi tidak terbentuk dengan sendirinya, tetapi membutuhkan proses sosial, kebijakan publik, kepemimpinan yang inklusif, institusi yang adil, serta kemampuan masyarakat dalam mengelola perbedaan secara damai.
Toleransi harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjamin kesetaraan, mencegah diskriminasi, serta melindungi hak setiap warga negara untuk menjalankan keyakinannya masing-masing.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kabupaten yang toleran bukan hanya ditandai dengan tidak adanya konflik, tetapi juga harus mampu membangun lingkungan sosial dan pemerintahan yang menjamin seluruh masyarakat dapat hidup secara setara, aman, damai, dan bermartabat.
Dalam kesempatan tersebut, turut disinggung pentingnya Konferensi Kota Toleran (KKT) yang diinisiasi oleh SETARA Institute sejak 2025. Forum nasional tersebut menjadi ruang pertemuan pemerintah daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, masyarakat sipil, akademisi, komunitas, media, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman, pembelajaran, inovasi, dan praktik baik dalam membangun kota maupun kabupaten yang toleran dan inklusif.
Melalui koordinasi ini, diharapkan terbangun komunikasi dan kerja sama yang semakin kuat antara Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan aparat penegak hukum dalam mengantisipasi potensi gangguan kerukunan, mencegah konflik sosial, serta menjaga kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan toleran.
Pengawasan PAKEM juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama untuk menghormati keberagaman keyakinan, menjaga kebebasan beragama dan berkepercayaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta memperkuat persatuan di tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Dogiyai.
Pemerintah Kabupaten Dogiyai menyambut baik kunjungan dan koordinasi Kejaksaan Negeri Nabire tersebut. Sinergi lintas sektor ini diharapkan terus terpelihara sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat toleransi, menjaga stabilitas daerah, dan mewujudkan kehidupan masyarakat Kabupaten Dogiyai yang harmonis, aman, dan damai
Humas Pemkab Dogiyai.











