DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dogiyai menyalurkan bantuan buku bacaan dan buku pelajaran kepada lima sekolah di wilayah Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, pada Rabu (4/11/2026).
Penyaluran buku tersebut dilakukan dalam rangka kunjungan kerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dogiyai untuk mendukung peningkatan pengetahuan peserta didik serta memperkuat fungsi perpustakaan sekolah sebagai sarana belajar.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dogiyai, Obet Magai, menyampaikan terima kasih kepada dua kepala bidang, staf dinas, serta para guru yang telah mendukung kegiatan penyaluran buku tersebut.
Ia mengatakan, bantuan buku ini diberikan untuk memperkaya pengetahuan peserta didik mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
“Pertama-tama, saya menyampaikan terima kasih kepada dua kepala bidang, staf, dan para guru. Kami ingin memberikan buku ini untuk memperkaya ilmu pengetahuan di SD, SMP, dan SMA,” ujar Obet Magai.
Menurutnya, sebelum penyaluran buku ke sekolah-sekolah di wilayah Mapia, pihaknya telah menyerahkan bantuan buku kepada sejumlah perpustakaan kampung di wilayah Kamuu dan Mapia.
Pada Rabu, penyaluran buku dilanjutkan ke lima sekolah, yakni SD Negeri Inpres Bomomani, SD YPPK St. Stefanus Bomomani, SMP YPPK St. Fransiskus Asisi Mapia Diyoudimi, SMP Negeri 1 Mapia, dan SMA Negeri 1 Mapia.
Obet berharap, bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi peserta didik dalam meningkatkan pengetahuan dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu berkontribusi bagi masyarakat.
“Dari tempat ini, kami percaya bahwa peserta didik akan mendapatkan ilmu, menjadi pintar, dan suatu hari nanti menjadi orang besar atau pemimpin besar,” katanya.
Obet Magai menegaskan, ketersediaan buku merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung peningkatan prestasi peserta didik. Karena itu, ia meminta pihak sekolah agar menyimpan dan mengelola buku bantuan tersebut dengan baik di perpustakaan sekolah.
Menurutnya, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi harus menjadi ruang belajar yang aktif dan dimanfaatkan oleh peserta didik.
Ia juga berharap buku-buku tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peserta didik saat ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang.
“Buku-buku yang kami serahkan ini harus disimpan di perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah harus aktif dan bisa bermanfaat bagi generasi yang akan datang, bukan hanya peserta didik yang ada sekarang,” jelasnya.
Obet menambahkan, bantuan buku yang disalurkan terdiri atas buku bacaan dan buku pelajaran. Ia berharap perpustakaan sekolah dapat menjalankan fungsinya secara maksimal untuk mendukung proses pendidikan.
“Mudah-mudahan tahun depan kami akan kembali berkunjung. Buku-buku ini ada buku bacaan dan ada juga buku pelajaran. Perpustakaan sekolah harus berfungsi,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Obet Magai menjelaskan bahwa bantuan buku yang disalurkan kepada sekolah-sekolah di wilayah Mapia bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2025.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah karena penyaluran bantuan buku tersebut baru dapat dilaksanakan pada November 2026.
Menurutnya, keterlambatan penyaluran terjadi karena sejumlah kendala dan hal lain yang dihadapi dalam proses pelaksanaan kegiatan.
“Bantuan buku-buku ini bersumber dari Dana Otsus Tahun 2025. Kenapa baru kami memberikan bantuan buku ini? Karena ada banyak kendala dan hal lain. Jadi, kami mohon maaf,” jelas Magai.
Ia juga menegaskan bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dogiyai hadir sebagai mitra perpustakaan sekolah dalam mendukung pengembangan literasi dan peningkatan pengetahuan peserta didik.
Obet meminta pihak sekolah yang ingin memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai bantuan buku tersebut agar berkoordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan.
“Kami datang ini sebagai mitra perpustakaan sekolah. Pihak sekolah yang mempertanyakan terkait buku-buku itu bisa langsung ke Dinas Pendidikan,” tutupnya.
Obet Magai berharap seluruh sekolah penerima bantuan dapat mengaktifkan perpustakaan dan membangun kebiasaan membaca di kalangan peserta didik.
Ia mengingatkan agar perpustakaan sekolah tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang membaca dan belajar.
Menurutnya, buku memiliki peran penting dalam membuka wawasan serta membantu peserta didik memahami berbagai pengetahuan di luar lingkungan mereka.
“Harapan kami, perpustakaan sekolah ini harus berfungsi dan aktif. Anak-anak harus membaca di sini. Jangan sampai perpustakaan sekolah sepi, karena buku itu adalah jendela dunia,” ujarnya.
Ia mengibaratkan buku sebagai jendela yang memungkinkan seseorang melihat dan memahami dunia yang lebih luas.
“Tanpa pintu dan jendela, apa pun yang terjadi di luar kita tidak bisa lihat. Kita bisa melihat itu melalui pintu dan jendela,” tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, Obet Magai berharap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dogiyai dapat kembali mengunjungi sekolah-sekolah tersebut pada tahun mendatang serta melihat pemanfaatan buku bantuan dalam kegiatan pembelajaran.
“Semoga tahun depan kami bisa kembali bertemu di sini. Terima kasih. Tuhan memberkati,” tutup Obet Magai.





