DOGIYAI – PEMDA DOGIYAI,Id.Bupati Kabupaten Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., secara resmi meresmikan Gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri Waneuwo yang mencakup ruang kelas untuk Kelas 1 hingga Kelas 6, serta beberapa unit rumah guru. Peresmian yang ditandai dengan pemotongan pita ini berlangsung di Kampung Waneuwo, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, pada Jumat (9/10/2026).
Kegiatan peresmian ini dilakukan sesaat setelah Bupati Yudas menyelesaikan penyerahan bantuan rehabilitasi Gereja Katolik Santa Maria Magdalena di Kampung Putapa. Dengan semangat yang tak kenal lelah, Bupati menyempatkan waktu lebih dari satu jam untuk hadir langsung di halaman SD Negeri Waneuwo guna menyaksikan kebahagiaan warga dan tenaga pendidik setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Yudas mengenang kembali sejarah panjang perjuangan pendirian sekolah ini. Ia menuturkan bahwa saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P&P) Dogiyai, ia pernah bertemu dengan calon kepala sekolah dan menanyakan mengapa pembangunan sekolah di Waneuwo terlambat.
“Saya cek dokumen yang dibawa, ternyata belum lengkap. Saya instruksikan untuk segera melengkapi berkas bersama dengan SD Inpres Mogou dan Waneuwo. Hari ini, kita melihat rencana Tuhan Allah terwujud. Tuhan mau SD Negeri Waneuwo ada di sini,” ujar Bupati Yudas.
Bupati juga mengungkapkan alasan strategis mengapa sekolah ini harus berstatus Negeri, bukan Yayasan. “Dulu ada wacana menjadi SD YPPGI, namun saya katakan bahwa proses via yayasan akan memakan waktu lama. Saya rekomendasikan langsung menjadi sekolah negeri agar statusnya jelas dan pembangunannya bisa segera direalisasikan melalui anggaran daerah,” jelasnya.
Menyampaikan filosofi mendalam tentang pendidikan dan iman, Bupati Yudas menekankan pentingnya keseimbangan antara fasilitas ibadah dan fasilitas pendidikan.
“Kenapa sekolah harus ada di sini? Karena gereja dan sekolah adalah seperti suami dan istri yang harus berpasangan. Dulu Waneuwo sudah ada gereja tapi tidak ada sekolah. Sekarang keduanya sudah lengkap. Saya pesan kepada masyarakat Waneuwo: jagalah sekolah dan jagalah gereja. Karena kedua institusi inilah yang akan membentuk karakter adik-adik generasi muda kita,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kepala sekolah dan pegawai saat ini suatu hari akan berganti, namun siswa-siswi yang sedang belajar hari ini adalah calon intelektual dan pemimpin masa depan yang akan memegang tongkat estafet pembangunan Dogiyai.
Dalam dialognya dengan Kepala sekolah, Bupati Yudas bertanya mengenai kesiapan siswa menghadapi Ujian Nasional. Mengetahui bahwa saat ini baru ada siswa Kelas 6, Bupati langsung memberikan instruksi kepada dinas terkait.
“Nanti kita akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan bahwa tahun depan, siswa-siswi di sini sudah siap dan difasilitasi untuk mengikuti Ujian Nasional. Kita tidak ingin ada anak Dogiyai yang tertinggal dalam standar pendidikan nasional,” janji Bupati Yudas.
Peresmian SD Negeri Waneuwo ini disambut dengan sukacita oleh seluruh warga kampung, khususnya para orang tua murid dan tenaga pendidik. Kehadiran gedung sekolah yang layak harapannya dapat meningkatkan minat belajar anak-anak di pedalaman Dogiyai dan mencetak generasi emas yang cerdas serta beriman.












