KAPIRAYA – PEMDA DOGIYAI,Id. Menyikapi situasi konflik sosial di Kapiraya yang hingga sekarang belum ada penyelesaian secara menyeluruh dan dapat di terima oleh semua pihak baik itu masyarakat Mee Kabupaten Dogiyai, Masyarakat Mee Kabupaten Deiyai maupun masyarakat Kamoro dari Kabupaten Mimika.
Upaya kongkrit telah di lakukan oleh Bupati Kabupaten Dogiyai dengan membentuk Tim Harmonisasi Daerah Penyelesaian Konflik Sosial di Kapiraya pada hari Sabtu Tanggal, 14 Februari 2026, dalam rapat tersebut di hadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekda dan Anggota DPRD bersama kepala OPD terkait berlangsung di Rumah Makan Selera Nabire, sebagai Ketua Tim di percayakan kepada Amandus Gabou (Anggota DPRD) Sekretaris Tim Lukas Wakei , S.Ip (Kabag Tapem) dan Yan Dogomo, S.STP ( Kepala Kesbangpol) serta juru bicara di percayaan kepada Bapak Pendeta Yunas Goo, dan Bapak Thobias. F. Bunapa, dan anggota Tim.
Tim Harmonisasi Konflik Sosial di Kapiraya dari Provinsi Papua Tengah mendundang Tim Daerah Harmonisasi konflik sosial di Kapiraya dari 3 (tiga) Kabupaten masing-masinh Tim Daerah Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Mimika untuk mengikuti Rapat koordinasi ( Rakor) lanjutan terkait dengan penanganan situasi konflik di Kapiraya, Tim Daerah Kabupaten Dogiyai di pimpin langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekda, DPRD dan Kapolres Dogiyai menhadiri pertemuan bersama tiga Kabupaten di fasilitasi oleh provinsi yang dilaksanakan di Hotel Grand Tembaga Timika, dalam pertemuan tersebut masing-masing pihak berkomitmen dan sepakat untuk mengambil langkah cepat untuk menghentikan konflik sosial yang di tandai dengan penandatanganan 4 (empat) poin pernyataan sikap bersama yaitu:
1. Berkomitmen penuh untuk menjalankan Renana Aksi (Renaksi) terpadu tim harmonisasi Kapiraya sebagai landasan operasonal tunggal dalam penanganan konflik di wilayah Kapiraya;
2. Sanggup melaksanakan singkronisasi Tapal Batas Wilayah Adat secara teliti guna menghindari kesalahpahaman antara suku-suku serta mengantisipasi tumpang tindih masalah sosial yang dapat mengganggu kondusifitas daerah di masa depan;
3. Menjamin terpeliharanya keamanan, stabilitas dan kedamaian, di wilayah kapiraya selama selama proses harmonisasi dan verifikasi lapangan berlangsung;
4. Siap melaksanakan tugas inventarisasi, verifikasi masalah, mediasi serta penyusunan rekomendasi akhir penyelesaian konflik secara transparan dan akuntabel untuk di laporkan kepada pemerintah daerah hingga pemerintah pusat;
Selanjutnya Tim Daerah Kabupaten Dogiyai di pimpin langsung oleh Bupati Yudas Tebai,S.Pd.M.Si Wakil Bupati Yuliten Anouw,SE dan Sekda Drs.Petrus Agapa,M.Si untuk mencari akses transportasi udara maupun laut dari Timika ke Kapiraya dalam rangka pendropan Tim Daerah Harmonisasi penyelesaian konflik Kapiraya bersama bantuan Bama dari pemda kabupaten Dogiyai untuk masyarkat Dogiyai yang ada di Kapiraya ( Mogodagi).
Langkah pertama pemerintah Kabupaten Dogiyai membayar Biaya carter Helikopter 3 (tiga) flait dengan perhitungan dua plait Tim Harmonisasi Kabupaten Dogiyai dan satu Falit Full Bama, namun sayang sekali biaya heli yang di bayar oleh pemda kabupaten Dogiyai di kembalikan oleh pihak maskapai/ perusahaan dan akhirnya melakukan pendropan bama dan Tim ke Kapiraya melalui jalur laut menggunakan spit boud (Papua Star) upaya ini juga tidak membuahkan hasil karena masyarakat suku Kamoro bersih keras untuk tidak boleh lewat logpon sampai Tim dari Kabupaten Deiyai yang membawa bama star dari pelabuhan Pomako Timika menuju Kapiraya dan Tim di kembalikan dari logpon Kokonao.
Dengan sulitnya akses kami dari Timika ke Kapiraya baik keberangkatan Tim maupun Pendropan Bama kami sebagai Kepala Daerah agak kecewa karena kita telah menyepakati bersama tiga Kabupaten dan Provinsi untuk segera menyelesaian konflik sosial sekaligus memfasilitasi masyarakat adat untuk melakukan verifikasi data lapangan terkait batas-batas adat (ulayat), namun faktanya saat kita (Tim dan Bama mau bergeser dari Timika ke Kapiraya kita tidak konsisten dengan poin kesepakatan bersama sampai kami mau kirim bama saja sulitnya luar biasa.
” oleh karena itu saya selaku Bupati Pada kesempatan ini menyampaikan terimakasih banyak kepada pihak Polres Dogiyai dan Polres Mimika karena melalui koordinasi dan komunikasi yang baik antara dua Kapolres sehingga Puji Tuhan Bama dari Kabupaten Dogiyai untuk para Pemuda (Yokagaido) telah bergeser 1 satu spid boad dari pelabuhan pomako ke Kapiraya (Mogodagi) dan pada hari jum;at tanggal, 6 Maret 2026 Bama sudah di terima oleh para pemuda di Kapiraya ( Mogodagi) Kokonao”,Ujar Bupati Dogiyai Yudas tebai.
Tidak sampai disitu Bupati Dogiyai dengan dukungan dan komitmen yang penuh terus mencari jalan akases transportasi udara agar Tim harmonisasi dan Bama tambahan dengan bantun lainnya di kapiraya segera turung, maka pada hari ini Selasa 10 Maret 2026 Pemda Kabupaten Dogiyai terbagkan 2 (Dua) Flait pesawat udara jenis Garavan milik ( Ikairos) berhasil terbang dari Timika menuju ke Kapiraya 14 orang tim campur Bama tahap ke dua bantuan dana untuk keperluan mendesak buat para pemuda di Kapiraya, bupati dogiyai meminta kepada para tim yang turung ke Kapiraya dengan dua agenda besar yaitu :
yang pertama,pesan bapak Bupati Bupati Dogiyai agar para pemuda tidak melakukan tindakan perlawanana atau konflik tetapi dengan bantuan yang Pemda berikan ini para pemuda tetap tenang dan jaga dusun kita sambil menunggu penyelesaian batas adat yang pasti dan final”, Harapnya.
Dan Bupati Yudas Tebai juga berpesan agar Tim yang berangkat dapat melakukan identifikasi dan verifikasi data batas dengan baik dan di tuangkan dalam peta atau sketsa manual agar nanti saat kita bicara di tingkat Provinsi bersama Kabupaten Mimika dan Kabupaten Deiyai kita sudah punya data lapangan yang akurat untuk mempertahankan keutuhan wilayah adat kita Kabupaten Dogiyai yang kita cintau bersma.
Lanjutnya,Tim yang turun terbagi jadi dua yaitu Tim pertama di Kapiraya ( Mogodagi) 6 (enam) di koordinir oleh Bapak Pdt.Yunan Goo dan Tim kedua 8 (delapan) orang di pimpin oleh Bapak Thobias F. Bunapa bergerak dari mogodagi menuju arah barat menyusuri dusun Wotai, Dogihou sampai Potawai keluar lewat Yamor dengan misi yang sama yaitu identifikasi dan verifikasi data batas adat milik Kabupaten Dogiyai.
Selanjutnya, Rombongan Tim sangat aperesiasi yang setinggi-tingginya atas kebijakan dan dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai, karena peimimpin yang sejati sesunggunya adalah pemimpin yang mampu dan totalitas melindungi rakyatnya dan alam semesta yang menjadi cakupan wilayah kerja nya dan itulah yang di miliki oleh Bapak Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai.
Agenda selanjutnya,Kata Sekertaris Tim Lukas Wakei kita menunggu tim pulang dan akan kita laporkan hasil identifikasi dan verifikasi lapangan ke Pemda Provinsi Papua Tengah melalui Tim Harmonisasi Provinsi Papua Tengah”,Beber Wakei.












